Aksi PGN Magelang Raya Serukan Jangan Takut FPI, NKRI Harga Mati

BNews–MERTOYUDAN– Sekelompok massa terbatas tergabung dalam Patriot Garuda Nusantara (PGN) Magelang Raya menggelar aksi turun jalan pagi tadi, (28/11/2020). Berada di area simpang tiga Artos Mertoyudan Magelang, mereka menyampaikan pernyataan sikap.

Abhet Nugroho, sebagai koordinator aksi menerangkan bahwa semenjak kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) dari pelariannya ke Arab Saudi ke Indonesia; HRS dan para pengikutnya (FPI) nyata-nyata telah membuat berbagai keresahan bagi masyarakat luas mulai dari memacetkan jalan ke bandara.

“Hal tersebut saat itu mengakibatkan terlambatnya sejumlah penerbangan karena banyaknya penumpang yang terjebak kemacetan masuk ke bandara, rusaknya fasilitas umum, pelanggaran lalu-lintas di jalan tol, dan pelanggaran protokol covid-19 karena melakukan kerumunan dalam jumlah besar,” katanya.

Belum lagi, lanjutnya, ujaran-ujaran kebencian yang disampaikan oleh HRS dan para pengikutnya, bahkan HRS dengan entengnya menghina institusi negara seperti TNI dan Polri. Terakhir HRS juga membuat ancaman akan memenggal kepala orang yang yang menurutnya menghina Rasulullah dan ulama seperti yang terjadi di Prancis.

Pelanggaran yang jelas-jelas nyata, kata dia adalah pelanggaran protokol covid dalam acara pernikahan anaknya dan juga peringatan Maulid di Mega Mendung yang mengundang ribuan massa. Ini baru kesalahan HRS setelah kepulangannya ke Indonesia, belum kasus-kasus lainya sebelum dia meninggalkan Indonesia karena kasus chat mesum.

“Misalnya HRS menghina Pancasila dengan menyebutkan bahwa ketuhanan ada di pantat, menghina Ir Soekarno, menghina Ulama NU KH Said Agil Siraj, menghina Gus Dur dengan mengatakan mengatakatan beliau buta mata buta hati. Kemudian menghina Presiden Jokowi bahwa beliau telah menistakan ulama pada aksi bela Islam 2, menebarkan kebencian dan isu sara terutama kepada masyarakat sunda dengan mengganti salam sampur rasun dengan sampur racun,” paparnya.

Menurutnya, hal tersebut jika terus-menerus dibiarkan akan mengganggu ketentraman di masyarakat, tidak hanya di ibukota tapi juga berimbas di daerah-daerah seperti Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Padahal saat ini masyarakat bersama pemerintah sedang fokus pada penangganan dampak pandemi covid. Seluruh kegiatan yang sifatnya berkerumun dilarang, masyarakat menghargai upaya pemerintah itu, namun disisi pihak ada seseorang dan para pengikutnya menabrak aturan tersebut. Tentu kami sebagai rakyat merasa disakiti dan di khianati,” ungkapnya.

Khususnya di Magelang, terang Abhet bahwa yang menggantungkan pada sektor jasa wisata dan usaha-usaha turunanya seperti restoran, perhotelan, transportasi dan usaha kecil masyarakat, masyarakat Magelang mengalami pukulan dampak yang sangat berat.

“Hal ini karena sudah delapan bulan wisata hampir berhenti total dikarenakan tidak ada kunjungan. Belum lagi aktifitas seni budaya yang juga sempat vakum beberapa bulan dan kini dilakukan dengan cara terbatas dan online. Rakyat masih bersabar dan menerima aturan pemerintah, namun kami merasa kesabaran kami di nistakan begitu saja oleh HRS dan para pengikutnya,” terangnya.

Oleh sebab itu, PGN Magelang Raya dalam aksi tersebut memberikan beberapa point pernyataan sikap. “Ada sembilan poin penting dalam pernyataan sikap kami, antara lain pertama menolak HRS dan FPI yang telah membuat situasi dan kondisi bangsa menjadi tidak kondusif. Lalu mengutuk segala bentuk umpatan, cacaian dan hinaan yang di sampaikan HRS pada institusi Negara, TNI dan Polri,” tegasnya.

Dia juga melanjutkan tuntutannya yakni menolak dengan tegas konsep revolusi akhlak yang di gaung-gaungkan HRS, karena hal itu hanya sebagai kedok kegiatan yang berisi adu domba. Fitnah dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa, sedangkan masyarakat sudah bisa menilai yang baik dan yang buruk. “Kami menyerukan perbaiki saja dulu akhlak HRS dan para pengikutnya, sebelum teriak-teriak revolusi akhlak,” ujarnya.

PGN Magelang Raya mendukung penuh upaya TNI dan Polri dalam menegakkan marwah dan wibawa negara dari kelompok-kelompok intoleran dan radikal yang merong-rong persatuan dan kesatuan bangsa.

PGN Magelang Raya siap menjaga kondusifitas masyarakat Magelang dari segala upaya provokasi dan gerakan-gerakan intoleran yang dilakukan oleh FPI ataupun ormas radikal lainya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

PGN Magelang raya mengimbau kepada kelompok FPI untuk tidak memasang spanduk atau baliho berisi tentang HRS, di kawasan Magelang Raya. Hal ini untuk menjaga agar situasi tetap kondusif. “Jika FPI tetap memasang baliho dan spanduk HRS, maka akan berhadapan langsung dengan PGN dan masyarakat,” ujarnya.

PGN Magelang Raya serukan dan menyatakan sikap tertuang dalam 9 point
PGN Magelang Raya serukan dan menyatakan sikap tertuang dalam sembilan point

PGN Magelang Raya menolak dengan tegas penggunaan simbol-simbol agama dan mengatas namakan umat Islam dalam setiap kegiatan dan ucapan yang dilakukan oleh HRS beserta kelompoknya.

PGN Magelang Raya meminta kepada aparat penegak hukum untuk kembali melanjutkan proses-proses hukum HRS, demi menjaga keamanan persatuan dan kesatuan bangsa.

PGN Magelang raya  siap berhadapan langsung untuk melawan dan memerangi kelompok intoleran dan radikal yang mengancam kutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Abhet juga menyampaikan pernyataan sikap disampaikan di muka umum. “Hal ini sebagai wujud cinta kami kepada bangsa dan negara, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dan memebersamai rakyat dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan,” katanya.

Ia juga berpesan sekaligus menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tidak perlu takut terhadap kelompok FPI ataupun kelompok-kelompok radikal lainya. “PGN akan selalu ada bersama rakyat. Kita percayakan tanggung jawab keamanan kepada TNI-Polri, namun rakyat juga harus ikut berpartisipasi membantu tugas aparat keamanan dalam menjada kondusifitas lingkungan,” pungkansya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: