Pasutri Asal Magelang Jadi Pengedar Uang Palsu Lintas Provinsi, Ini Modusnya

BNews—NASIONAL— Pasangan suami istri asal Magelang As, 43, dan An, 37 harus berurusan dengan apparat kepolisian. Bagaimana tidak, mereka berdua menjadi sindikat pengedar uang palsu antar provinsi.

Keduanya akhirnya ditangkap Polres Malang setelah beroperasi di wilayah tersebut. Selain di Malang, pelaku juga sudah beropeasi di Kalimantan hingga Jakarta.

“Perbuatan penipuan dan penggelapan yang dilakukannya dengan modus menukarkan mata uang asing dari negara Brazil dan Turki yang sudah kadaluarsa (tak terpakai lagi),” kata Kapolres malang AKBP Leonardus Sinamarta.

Tiga korbannya telah melaporkan kejadian penipuan yang dialami ke Polresta Malang Kota. Korbannya diantaranya adalah Sofwan, 61, warga Turen, Kabupaten Malang yang menderita kerugian Rp 500 juta dan Munjijah, 68, warga Klojen, Kota Malang yang menderita kerugian Rp 157 juta.

Dari hasil pemeriksaan setelah tertangkap, ternyata keduanya beraksi bukan hanya berdua saja, melainkan dengan dua orang lagi komplotannya yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dua orang tersebut yakni A dan Tr.

DPD PKS Magelang Ramadhan

“Dalam beraksi, mereka mendatangi sebuah kota dengan menggunakan mobil rental. Mereka berkeliling mencari sasaran. Setelah menemukan sasaran, mereka Langsung mendatangi korban disusul kemudian dua tersangka lainnya juga ikut mendatangi korban dan berpura-pura sebagai teman lama dari dua pelaku sebelumnya,” kata dia seperti dilansir Malang times.

Salah satu pelaku berperan sebagai orang asing yang mengaku akan menukarkan uang dan sebagain untuk diberikan kepada panti asuhan.

Pelaku mengajak korban untuk menukarkan uangnya dengan iming-iming fee penukaran. Tapi pelaku di situ tidak mau untuk menukarkan uang ke bank dengan alasan riba, dan membujuk korban menukar dengan uang miliknya.

Untuk meyakinkan korban, komplotan pelaku lain kemudian mendatangi korban dan mengaku sebagai teman lama yang bekerja di bank. “Cara agar korban yakin dan mau menukarkan uangnya adalah salah satu pelaku mengaku pegawai bank dan mengidentifikasi jika uang itu asli sehingga mau menukar. Tapi yang tidak dipahami korban, jika uang ini sudah kadaluarsa atau sudah tidak dipakai lagi,” jelas Leo.

Setelah korban bersedia untuk menukar uang tersebut, kemudian korban langsung menarik uang dari ATM dan diberikan kepada pelaku. Setelah itu korban dan pelaku kemudian berkeliling menaiki mobil, dimana korban kemudian dibawa ke suatu tempat dan setelah turun pelaku langsung meninggalkan korban.

“Aksi-aksi sebelumnya motifnya sama yang pertama kejadiannya pada 16 Oktober 2018 di Jalan Merdeka Timur, kemudian 25 September 2019 di Jalan Pulosari dan tanggal 1 November 2019 di kawasan Jalan Veteran,” jelasnya. (wan/her)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: