Pekerjakan Anak-anak Jadi Pemandu Lagu, Pemilik Karaoke Asal Magelang Diringkus Polisi

BNews—JATENG— Seorang wanita asal Kabupaten Magelang berusia 29 tahun terpaksa diamankan polisi. Perempuan berinisil M ini diringkus karena diduga mempekerjakan anak-anak di bawah umur untuk dijadikan gadis pemandu lagu di rumah karaoke yang dikelolanya.

”Tersangka M kami tangkap di rumah karaoke yang dikelolanya di lokalisasi Alas Karet atau Alaska Patean di Kabupaten Kendal. Tersangka ditangkap karena telah memperkerjakan anak di bawah umur untuk dijadikan PL (gadis pemandu lagu),” kata Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan, Senin (11/10).

M yang merupakan warga Kabupaten Magelang ini merupakan pengelola di salah satu tempat karaoke kompleks Alaska Patean. Terungkapnya kasus tersebut adanya laporan dari masyarakat bahwa ada eksploitasi anak di bawah rumah.

”Laporan dari masyarakat yang kami terima bahwa ada eksploitasi anak di bawah umur di tempat karaoke. Dari situ kami lakukan penyelidikan,” jelasnya.

Pada saat dilakukan penangkapan di lokasi, didapatkan anak-anak itu sedang melayani tamu yang sedang karaoke. Dari penggerebekan tersebut polisi mengamankan anak-anak yang sedang bekerja, minuman keras dan uang tunai.

”Saat penggerebekan kami temukan anak-anak di bawah umur yang sedang menemani tamu. Dari dalam kamar karaoke tersebut kami amankan satu botol minuman anggur merah dan empat gelas serta uang yang diduga merupakan hasil keuntungan dari eksploitasi anak tersebut dengan jumlah Rp350 ribu,” terangnya.

Daniel pun berpesan agar orang tua yang mempunyai anak perempuan di usia remaja untuk selalu mengawasi. Pasalnya, korban eksploitasi anak di bawah umur itu mengaku kepada keluarganya bekerja di rumah makan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Biasanya tidak jujur mengaku kepada keluarganya bekerja di rumah makan atau kafe. Tetapi kenyataannya malah bekerja menjadi pemandu lagu dan melayani laki-laki hidung belang,” tambahnya.

Menurut pengakuan M, awalnya ia didatangi empat anak usia 15-17 tahun yang berasal dari daerah Wonosobo. Anak-anak itu disebutnya ingin bekerja di tempat karaoke miliknya.

”Mereka datang sendiri dan ingin kerja di rumah karaoke saya,” kata M di kesempatan yang sama.

Dari setiap tamu yang ditemani anak asuhnya yang masih di bawa umur, M mendapatkan fee Rp50 ribu perjamnya. ”Saya tahu kalau memperkerjakan anak di bawah umur itu melanggar hukum, tapi gimana lagi mereka minta pekerjaan,” dalihnya.

”Mereka sudah bekerja ditempat Saya jadi PL sudah dua bulan ini,” tambahnya.

Polisi tetap memproses M. Ia dijerat Pasal 76 I jo Pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun. (ifa/han)

Sumber: Detik

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: