Pelaku Pengeroyokan Andi yang Diteriaki Cah Klitih Hingga Tewas Ditangkap

BNews—JOGJAKARTA— Sembilan orang yang diduga terlibat pengeroyokan berkedok klitih dengan korban meninggal Andi, 31, berhasil ditangkap. Polisi juga menetapkan mereka sebagai tersangka.

Satu korban lain yakni Tedy Susilo, 43, yang tak lain teman Andi. Warga Ngabean, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman ini menderita patah kaki dan lebam.

Diketahui, motif para tersangka menganiaya warga Warga Mejing, Ambarketawang, Gamping, Sleman dipicu suara knalpot sepeda motor korban. Mereka mengaku tersulut emosi hingga akhirnya meneriaki cah klitih dan mengeroyok korban di malam Idul Fitri.

Wakasat Reskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo mengatakan, sembilan pelaku yang diamankan yakni; D, 40, warga Turi; NK, 23, warga Sleman. Kemudian NRL, 26, AW, 33; W, 34; T, 39; MD, 45; S, 43; NAS, 22, yang semuanya warga Ngaglik.

”Masih ada pelaku lainnya yang buron. Kemungkinan tersangkanya bisa bertambah,” bebernya.

Pujo menjelaskan, kronologi terjadi pada Kamis dini hari, (13/5), saat malam takbiran Lebaran. Saat itu, kedua korban yakni Andi Nur, 31, dan Tedy Susilo, 43, berboncengan dengan motor dan melintas di depan rombongan para pelaku yang sedang nongkrong di wilayah Pakem, Sleman.

Korban kemudian menggeber motor dengan kecepatan tinggi. Raungan klanpot motor ini yang membuat para pelaku emosi.

”Para pelaku ini kesal karena korban mengendarai sepeda motor dengan kencang di depan kerumunan para tersangka yang saat itu sedang nongkrong,” ucapnya.

Merasa tersinggung, Mereka dan teman-tekannya kemudian mengejar korban dengan jarak sekitar 800 meter. Saat kejar-kejaran itulah salah satu pelaku meneriaki korban dengan sebutan klitih.

”Sampai di Tegalpanggung, Girikerto, Turi, korban terkejar oleh pelaku,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kontan saja para pelaku mengeroyok korban dengan membabi-buta. Apalagi warga juga terprovokasi dengan teriakan pelaku yang menyebut kedua korban adalah cah klitih.

Akibat penganiayaan ini, kedua korban mengalami luka lebam dan luka sobek. “Korban Andi bahkan mengalami patah tulang punggung,” ujar Pujo.

Sementara, korban atas nama Tedy mengalami luka lebam pada mata sebelah kanan dan kiri serta sakit di bagian kedua kaki akibat penganiayaan itu. Usai kejadian itu kedua korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Sepekan menjalani perawatan, Andi akhirnya meninggal dunia.

“Kondisinya sudah tak sadarkan diri dan sempat dirawat di RS Sardjito. Namun meninggal pada Selasa (18/5),” terangnya.

Usai kejadian itu, polisi langsung memeriksa saksi. Pujo menyebut para pelaku langsung teridentifikasi. Mereka dibekuk secara terpisah pada Senin (17/5).

Selain meringkus pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti batang pohon ketela, besi cor dengan panjang 80 centimeter, palu besi, beberapa lembar pakaian dan batu. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini. 

”Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 dengan acaman 12 tahun, atau Pasal 351 ayat 3 dengan hukuman tujuh tahun,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi pengeroyokan bermula saat Andi dan Tedy dengan beberapa temannya. Mereka datang ke sebuah lapangan di wilayah Pakem untuk menyelesaikan permasalahan dengan kelompok lain pada Rabu (12/5) atau saat malam Lebaran. 

Mereka kemudian bertemu dengan kelompok yang jadi lawannya itu. Namun, masalah tak bisa diselesaikan dengan damai hingga kedua kelompok ini nyaris bentrok.

Tokoh masyarakat setempat yang terlibat kemudian melakukan mediasi dan terjadi kesepakatan untuk damai. Namun ternyata, kelompok pelaku tak puas dengan mediasi itu.

Saat korban Tedy dan Andi pulang, di tengah perjalanan mereka dikejar rombongan pelaku. Bahkan mereka diteriaki klitih oleh rombongan pelaku.

Kedua korban yang berboncengan motor kemudian tertangkap oleh warga dan rombongan pelaku. Warga terprovokasi dengan teriakan pelaku.

Mereka kemudian memukuli korban dibantu sembilan orang gerombolan pelaku. Tak hanya memukul, para pelaku juga menikam korban menggunakan senjata tajam. Korban pun ambruk berdarah-darah. 

Usai terjadi pengeroyokan, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Nahas, setelah dirawat beberapa hari, nyawa Andi tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia Selasa sore, (18/5). (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: