Pelaku Penggelapan Uang Rp. 6 Miliar dari Nasabah Koperasi Abal-Abal Ditangkap

BNews—MUNGKID—Ratusan nasabah tertipu milyaran rupiah oleh koperasi abal-abal di Magelang salah satunya Perwira Tinggi Polisi. Ketua KSP Wahyu Arta Kusuma, terbukti menggelapan dan melakukan penipuan dana nasabah sejak tahun 2017 lalu dengan total sementara mencapai 6 Milyar Rupiah.

 

Kapolres Magelang AKBP Yudhiant Adhi Nugroho dalam pressconnya siang ini (15/2) mengatakan menerima laporan dari salah satu nasabah koperasi tersebut yang telah menabung sebesar Rp 1.896.000.000 pada tahun 2017 lalu. “Namun nasabah ini saat hendak mengambil uangnya tidak ada, dan pelaku tidak ada dirumahnya, selanjutnya melapor ke Polres Magelang,” katanya.

Advertisements


 

Pelaku ataupun tersangka penggelapan ini adalan ketua KSP Wahyu Arta Kusuma yang beralamatkan di BB Square Blabak, yakni Ari Puspitasari, 36 warga sesuai identitas dari Desa Banyudono Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. “Pelaku ini sudah lama menjadi DPO, dan berhasil diamankan di daerah Klampok Kabupaten Banjarnegara saat hendak kabur ke Jakarta pada Rabu malam (13/2) sekitar pukul 21.00 wib beserta barang bukti berupa 6 (enam) lembar Bilyet Simpanan Berjangka,” imbuhnya.


 

“Ini tadi pagi ada laporan lagi dari salah satu nasabah yang mengaku mengalami kerugian sebesar 4 Milyar rupiah, Jadi total semuanya sementara menjadi 6 Milyar rupiah uang nasabah yang dibawa kabur oleh pelaku ini,” ungkap Kapolres Magelang.

 

Disampaikan juga untuk modus pelaku ini adalah menawarkan kepada para nasabah dengan cara berkeliling rumah ke rumah.”Pelaku ini menawarkan jika menabung ke pihaknya mendapat bunga besar dibandingkan di Bank lainnya, ternyata koperasi ini abal-abal tidak ada ijin resmi dari Bank Indonesia,” paparnya.

 

Kini pelaku diamankan di Mako Polres Magelang untuk penyelidikan lebih lanjut. “Kami juga mempersilahkan kepada masyarakat yang merasa pernah menjadi korban penipuan tersangka ini untuk melapor ke Polres Magelang, dan sejauh ini baru sekitar dua orang pelapor dan 8 orang saksi telah diperiksa,” jelasnya.

“Terkait salah satu korban yang melapor merupakan anggota kepolisian masih akan terus kami dalami,” tegasnya.

 

“Pelaku kami jerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan, serta  pasal 46 UURI nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UURI nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan Jo pasal 16 UURI nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UURI nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp. 10.000.000.000,00 dan paling banyak Rp. 20.000.000.000,00,” pungkasnya. (bsn)

 

KLIK :VIDEO PELAKU PENGGELAPAN DAN PENIPUAN UANG NASABAH

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: