Bupati Magelang Turun ke Windusari, Dengar Langsung Aspirasi dan Masalah Warga
- calendar_month Ming, 12 Okt 2025

Bupati Magelang Grengseng Pamuji bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang saat melakukan kegiatan Ruang Aspirasi di Kecamatan Windusari.
BNEWS—MAGELANG— Bupati Magelang Grengseng Pamuji kembali menggelar kegiatan Ruang Aspirasi bersama masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Windusari, Jumat (10/10/2025); didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto serta jajaran Forkopimda.
Dalam kesempatan itu, Bupati Grengseng Pamuji menyampaikan bahwa Ruang Aspirasi merupakan kanal komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, masukan, maupun keluhan kepada Pemerintah Kabupaten Magelang.
“Jadi ini bukan ruang untuk tampil di Medsos. Ini adalah ruang untuk komunikasi untuk mendengarkan masukan dan saran dari masyarakat di Windusari,” kata Grengseng Pamuji.
Bupati menjelaskan, kegiatan Ruang Aspirasi sudah digelar sebanyak empat kali; bersama masyarakat dan Forkopimda. Ia menilai kegiatan ini penting karena pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan dan pembangunan.
“Kami adalah satu kesatuan yang ada untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Grengseng, Ruang Aspirasi juga menjadi sarana pelaporan bagi Pemerintah Daerah mengenai apa yang telah dilakukan, sedang dilakukan, dan akan dilakukan.
Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan tetap harus disesuaikan dengan skala prioritas karena keterbatasan anggaran daerah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Pemkab Magelang telah melakukan pendataan berbasis ASN melalui Verifikasi Data Kemiskinan (VDK). Tujuannya untuk mengumpulkan data secara akurat dan akuntabel sebagai dasar penentuan program prioritas.
Ia menegaskan, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui dua langkah, yaitu mengurangi beban; dan menambah pendapatan masyarakat miskin.
“Apabila pemerintah belum bisa menambah pendapatan bagi orang miskin, maka pemerintah berkewajiban untuk mengurangi beban bagi orang miskin melalui salah satunya pelayanan gratis bagi masyarakat,” ujar Grengseng.
Bupati juga menyebut sejumlah program pro-rakyat yang telah dijalankan untuk meringankan beban masyarakat; kurang mampu.
“Oleh karena itu kami menetapkan, kelas 3 rumah sakit gratis, masuk sekolah SD, SMP seragamnya gratis, kemudian program pemuda berprestasi (bea siswa kuliah),” bebernya.
Windusari Jadi Pilot Project Ruang Aspirasi
Sementara itu, Camat Windusari Edi Purnomo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Magelang karena wilayahnya menjadi salah satu pilot project Ruang Aspirasi, program yang sebelumnya belum pernah ada di Kabupaten Magelang.
“Kami sangat mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Magelang yaitu Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul dan Sejahtera,” kata Edi Purnomo.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Sapta Cipta ke-5, yakni Nglayani Birokrasine, untuk mewujudkan birokrasi yang lebih dekat, responsif, dan solutif terhadap masyarakat.
“Kami yakin melalui ruang aspirasi ini berbagai gagasan dan masukan dari masyarakat dapat langsung didengar dan ditindaklanjuti; sehingga pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Windusari Punya Potensi Besar dan Tantangan Serius
Dalam laporannya, Edi menyampaikan bahwa Kecamatan Windusari terdiri dari 20 desa dengan potensi besar di bidang pertanian, seperti tembakau, cabai, dan ubi Madusari, serta sektor UMKM. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi masyarakat.
Menurutnya, tantangan utama di Windusari adalah keterbatasan permodalan bagi pelaku UMKM dan persoalan pemasaran produk. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga masih diperlukan.
Di bidang kesehatan dan sosial, lanjut Edi, masih ditemukan kasus stunting, gizi buruk, anak putus sekolah, pernikahan dini, serta ODGJ yang membutuhkan penanganan bersama.
Selain itu, pihaknya juga berharap pembangunan sejumlah infrastruktur segera direalisasikan, termasuk lapangan pengganti Windusari; pembangunan Pasar Windusari yang rawan kemacetan saat hari pasaran, serta pembangunan jalan penghubung Windusari–Gondangrejo sebagai jalur alternatif vital.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ruang aspirasi ini kami berharap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik,” harap Edi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Windusari untuk memanfaatkan forum tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Mari manfaatkan ruang aspirasi ini untuk menyampaikan gagasan, saran, serta opini demi kemajuan bersama,” tutupnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar