Pemkot Jamin Ada Perbaikan PPDB SMA di Kota Magelang

BNews—MAGELANG TENGAH—Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina berharap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri tahun ajaran ini menjadi pelajaran untuk jenjang SMA/ SMK yang akan segera digelar. Pihaknya meminta dukungan semua pihak karena PPDB merupakan pekerjaan besar yang berkaitan dengan kualitas pendidikan serta masa depan anak-anak di Kota Magelang dan sekitarnya.

”PPDB SMP sudah cukup menguras energi. Mudah-mudahan pengalaman PPDB SMP yang lalu bisa menjadi pelajaran. Motivasi untuk mengantisipasi sehingga tidak terjadi kagalauan,” tutur Windarti pada kegiatan halal bihalal karyawan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di halaman kantor Disdikbud Kota Magelang, kemarin (13/6).

Disampaikan Windarti, PPDB untuk jenjang SMA/ SMK merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun Pemerintah Kota Magelang juga akan dilibatkan.

”Beberapa saat lagi dinas pendidikan akan punya gawe besar lagi. Meski ini kewenangan Provinsi (Jawa Tengah), tetapi mau tidak mau kita akan dilibatkan. Jadi mohon dukungan semua pihak,” pintanya.

Menurut dia, beberapa persoalan yang sempat terjadi pada PPDB SMP lalu diantaranya berkaitan dengan surat keterangan domisili. Pemerintah Kota Magelang mengaku telah melakukan antisipasi agar persoalan serupa bisa diatasi dengan lebih baik.

”Kalau PPDB SMP sempat ada persoalan berkaitan dengan surat keterangan domisili, itu yang akan menjadi hal yang cukup rumit. Tapi Insyaallah dari pengalaman PPDB SMP, kita bisa tangani di PPDB SMA/ SMK nanti,” janjinya.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Taufiq Nurbakin menyampaikan, dinamika pendidikan dewasa ini sudah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Khususnya PPDB yang tidak lagi memprioritaskan nilai melainkan domisili.

”Ada banyak pertanyaan. PPDB kok ora nganggo biji (tidak menggunakan nilai), itu yang harus kita lakukan karena memang regulasinya seperti itu. Namun, untuk jalur prestasi tetap menggunakan nilai yakni berdasarkan nilai (poin) dari piagam-piagam yang dimiliki,” jelas Taufiq.

Nilai ujian sesungguhnya digunakan sebagai pemetaan persebaran mutu pendidikan. Ia mencontohkan, nilai Unas SMA yang tidak digunakan saat melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi (PT). Tetapi digunakan sebagai indikator-indikator tertentu. Sebab, pada dasarnya prestasi anak tidak hanya diukur dari nilai empat mata pelajaran.

”Barangkali ada anak yang nilai matematika nilainya 10 tapi enggak bisa memencet keyboard. Sehingga yang saat ini dikembangkan di sekolah adalah ekstrakulikuler. Disamping kegiatan akademik lainnya,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: