Pemprov Jateng Bikin Sekolah Jarak Jauh Di 3 Wilayah, Ini Alasannya

BNews—JATENG—Pemprov Jateng berencana membuat kelas jarak jauh di tiga daerah. Hal tersebut dikarenakan tidak ada SMA/SMK baik negeri maupun swasta di tempat tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri menuturkan pemilihan tiga daerah tersebut setelah melalui kajian yang mendalam. Ketiga tempat tersebut adalah di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Kecamatan Gebok Kabupaten Kudus dan Kecamatan Pagentan di Banjarnegara.

“Di tiga kecamatan itu sama sekali tidak ada SMA/SMK nya, baik negeri maupun swasta. Kalau di kecamatan lain yang memang tidak ada sekolah negerinya namun sudah ada sekolah swasta,” tutur Jumeri.

Dia menjelaskan untuk di Kecamatan Tawangmangu dan Gebog, akan dibuat kelas jarak jauh tingkat SMA. Sementara di Kecamatan Pagentan Banjarnegara, adalah tingkat SMK.

“Nantinya di Tawangmangu dan Pagentan akan ada dua kelas, sementara di Gebok satu kelas. Setiap kelasnya, bisa menampung 36 orang,” jelas Jumeri.

Selain kajian mendalam, lanjut Jumeri, pembuatan sekolah jarak jauh tersebut juga merupakan inisiatif masyarakat. Setelah pengajuan masuk dan dilakukan kajian, maka disetujui adanya kelas jarak jauh di tiga kecamatan itu.

”Proses perekrutan siswa, direncanakan pada awal Juli nanti. Prosesnya nanti offline, tidak online seperti PPDB yang sudah dilakukan saat ini,” imbuh dia.

Loading...

Sementara itu, untuk 14 kecamatan sisanya, Jumeri memaparkan akan melakukan kajian bertahap karena di lokasi-lokasi itu, sudah berdiri sekolah-sekolah swasta. ”Akan kami sisir terlebih dahulu problem di lapangan seperti apa,” paparnya.

Salah satu orang tua murid, Sri Rejeki (35) mengaku bersyukur dengan pembuatan kelas jarak jauh di Tawangmangu tersebut. Apalagi anaknya, Dimas Adi Setyawan, yang baru lulus SMP tersebut tidak bisa masuk sekolah negeri dikarenakan sistem zonasi.

Download Musik Keren Disini

“Alhamdulillah, saya jadi tenang. Kemarin bingung mau nyari sekolah dimana, anak saya sempat daftar di SMAN Karangpandan, tapi tidak masuk zonasi kemudian di SMKN 2 juga tidak bisa,” kata Sri, kemarin (29/6/2020).

Menurutnya, lulusan SMP di Tawangmangu cukup banyak namun pada tahun ini, tidak ada yang bisa masuk ke SMA/SMK Negeri. “Lega sekali ada kabar mau dibuatkan kelas jarak jauh di sini. Ke depannya  harapan saya tetap dibangunkan sekolah negeri di sini, biar kami tidak kebingungan,” pungkasnya. (lhr/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: