Penambang Manual di Srumbung Tewas Tertimbun Tebing 7 Meter

BNews—SRUMBUNG— Laka tambang kembali terjadi di lereng merapi wilayah Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang kemarin siang (22/9). Akibatnya satu orang meninggal dunia tertimpa tebing yang longsor.

Kapolsek Srumbung Iptu Sumino membenarkan kejadian tersebut. Bahwa terjadi kecelakaan kerja saat menambang material batu merapi masuk wilayah Desa Kemiren Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

“Korban diketahui bernama Madiyono, 50 warga Dusun Karangtengah Desa Sutopati Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang,” katanya pagi ini (23/9).

Sumino juga mengungkapkan untuk kronologinya sewaktu korban beraktivitas tambang seperti biasanya mencari batu dengan menggunakan alat manual. “Dari keterangan saksi kepada petugas, tiba-tiba tebing setinggi 7 meter longsor. Bebatuan cadas langsung menimpa tubuh korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi,” ungkapnya.

BACA JUGA : Bejat, Ayah di Srumbung Tega Setubuhi Anak Kandungnya

Loading...

Petugas Polsek Srumbung menerima laporan langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dibantu rekan-rekannya. “Korban langsung dibawa ke RSUD Muntilan guna dilakukan pemeriksaan tubuh korban,” imbuhnya.

MIRIS : Korban laka tambang saat berada di kamar Jenazah RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan medis (22/9)--(Foto--Istimewa)
MIRIS : Korban laka tambang saat berada di kamar Jenazah RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan medis (22/9)–(Foto–Istimewa)

Pemeriksaan dilakukan tim medis RSUD Muntilan terhadap tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan medis, korban menggalami luka pada bagian tulang dada sebelah kanan dan kiri , Patah tulang pinggul sebelah kiri, Patah tulang kaki kiri bagian betis dan engkel, Paha kaki sebelah kanan robek, Isi perut / usus keluar melalui dubur,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. “Melalui anak korban bernama Yasin, jenazah diterima oleh pihak keluarga. Dan pihak keluarga menerima dengan ikhlas musibah kecelakaan tersebut,” terangnya.

“Saya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kesekian kalinya bagi para penambang material merapi manual untuk mengutamakan keselamatan. Waspadai lokasi-lokasi yang rawan longsor, dan segera laporkan ke petugas jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: