Pengenalan Literasi Sains dan Lingkungan Untuk Anak Usia Dini Di Magelang

BNews–MAGELANG– Diketahui bersama, ilmu literasi sains merupakan hal fundamental yang harus dimiliki oleh anak dalam menghadapi era revolusi saat ini. Oleh karena itu digelar acara Pengenalan Literasi Sains dan Lingkungan untuk anak anak usia dini mulai dari PAUD, TK, dan SD, siswa-siswi di Kabupaten Magelang.

Kegiatan itu terlaksana berkat kerja sama  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ibnu Hajar dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Magelang bersama dosen dan mahasiswa prodi Bioteknologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Ketua Kegiatan dari UGM Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc mengatakan, kemampuan sains dan matematika menjadi gambaran kemampuan logis suatu bangsa. Literasi sains merupakan kemampuan untuk memahami sains, mengkomunikasikan sains serta kemampuan memecahkan masalah.

Disamping itu, lanjutnya kemampuan literasi lingkungan juga penting untuk ditanamkan sejak dini, agar tumbuh menjadi suatu karakter yang tertananam hingga dewasa.

“Oleh karena itu, literasi sains dan lingkungan penting untuk terus ditingkatkan,” kata Tri Rini Nuringtyas dalam pesan tertulis Senin (27/09/2021).

Berlokasi di PKBM Ibnu Hajar Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang kegiatan tersebar di beberapa pos lokasi seperti Gazebo, Cafe Baca, dan Taman. Selain untuk menerapkan protokol Kesehatan (prokes) kegiatan dilakukan secara terbuka di alam itu juga diselipi dengan permainan.

Metode ini diharapkan mampu meningkatan efektivitas pembelajaran bagi anak usia dini dan memberikan efek memori jangka panjang khususnya terhadap literasi sains dan lingkungan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Program Studi Bioteknologi berupaya dalam menangani masalah tersebut dengan melakukan pengenalan literasi sains dan lingkungan untuk siswa usia dini. Tema yang diusung pada program ini adalah

“Pengenalan Literasi Sains dan Lingkungan melaui Project-Based Learning untuk siswa di PKBM “Ibnu Hajar” Magelang, Jawa Tengah,” papsr Dosen UGM ini.

Evaluasi dilakukan Sabtu dan Minggu, 25-26 September 2021 lalu. Dan pemerhati kegiatan pendidikan masyarakat, Neng Agung Santika, S.Pt akrab disapa Ka Nasa memberi tanggapan.

Ia menyebut jika sinergi antar semua elemen masyarakat baik dari tenaga pendidik, anak-anak sekolah sebagai peserta didik; lembaga pendidikan baik PKBM maupun civitas akademika sangat dibutuhkan.

Karena hal ini akan memberikan dampak positif dalam proses pembentukan generasi yang tangguh dan unggul.

“Kegiatan seperti ini perlu adanya program pendampingan  berkelanjutan serta diinisiasi oleh pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial dan pendidikan yang tinggi sepenuh hati demi terciptanya masyarakat yang literat” terangnya.

Sejumlah Dosen terlibat dalam kegiatan menarik untuk sejumlah siswa dari KB Al Izzah, TK Ibnu Hajar, SDN Sirahan 1, SDN Selobero. Sedangkan kelompok di hari ke dua terdiri dari KB Permata Hati, PAUD As Salam, SD Bentara Wacana, dan SD Gunung Pring.

Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, namun juga guru pendamping sehingga pembelajaran tidak hanya berhenti pada satu generasi.

Karena penerapan model ini diharapkan mampu berimplikasi pada peningkatan literasi siswa; khususnya anak usia dini sehingga kualitas SDM ikut meningkat seiring adanya pendidikan yang berkualitas.

“Diharapkan, nantinya guru yang sudah mendapatkan pelatihan, dapat mentransfer ilmu dan informasi yang sudah didapatkan ke guru dan siswa lainnya. Hal ini sebagai bentuk pendidikan berkelanjutan,” imbuh Bunda Faula, dari Himpaudi Kabupaten Magelang. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: