Penting, Ini 4 Cara Melindungi Kulit dari Paparan Sinar UV Berlebih
- calendar_month Rab, 26 Apr 2023

ILUSTRASI: Cuaca (Gambar oleh Studio_Iris dari Pixabay)
BNews—KESEHATAN— Dalam jumlah yang cukup, sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari sebenarnya diperlukan tubuh untuk membantu merangsang pembentukan vitamin D. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot serta mendukung kekuatan sistem imunitas tubuh.
Sebaliknya, paparan sinar UV berlebihan justru menjadi tidak baik bagi kesehatan. Karena bisa memicu kerusakan kulit, penuaan dini, dan bahkan kanker kulit, seperti melanoma.
Bila Anda sering melakukan aktivitas di luar ruangan, paparan sinar ultraviolet dari matahari mungkin tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi tubuh dari bahaya sinar ultraviolet, antara lain:
- Oleskan tabir surya dengan SPF minimal 30 ke wajah dan seluruh tubuh, lalu oleskan kembali setiap 1 atau 2 jam atau saat tubuh banyak berkeringat.
- Hindari mengoleskan tabir surya bersama dengan bahan lain, seperti losion, untuk menjaga efektivitas tabir surya.
- Hindari atau batasi paparan sinar matahari secara langsung antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore.
- Kenakan pakaian gelap dan pakaian yang menutupi lengan dan kaki saat beraktivitas di luar ruangan, jika memungkinkan.
Sinar matahari sebenarnya tidak harus dihindari sepenuhnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sinar matahari juga berguna untuk merangsang pembentukan vitamin D alami tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat sinar matahari dan mencegah dampak buruknya, Anda bisa berjemur di bawah pukul 10 pagi selama 10−15 menit, sebanyak 3 kali seminggu.
Selain dari sinar matahari, Anda juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dari makanan, seperti salmon, sarden, daging, dan telur, atau dengan mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter.
. Jika Anda sering menghabiskan waktu di bawah sinar matahari dan memiliki keluhan tertentu akibat paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, janganlah ragu berkonsultasi ke dokter kulit. (*)
Sumber: alodokter.com
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar