Perusahaan Pakan Ternak Di Magelang Bayar Denda Rp 1 Miliar Ini Penyebabnya

BNews–MUNGKID-– Sebuah perusahaan pembuat pakan ternak di Magelang ini membayar denda sebesar Rp 1 Miliar. Hal ini karena putusan pengadilan negeri yang menetapkan perusahaan tersebut bersalah soal limbah pabriknya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mungkid, Edi Irsan Kurniawan saat presscon mengatakan bahwa hari ini dilakukan eksekusi atau penyerahan denda perkara pidana umum terkait kasus tersebut. “Perusahaan tersebut adalah PT Sidoagung Farm yang berada di Tempuran Magelang,” katanya (10/3/2021).

Ia mengungkapkan, bahwa eksekusi ini telah memiliki kekuatan hukum tetap setelah putusan pengadilan negeri pada 15 Februari 2021 lalu. “Perusahaan PT Sidoagung Farm yang diwakili Asrif Nawawi ini terbukti bersalah  karena menghasilkan Limbah B3 (Bahan Beracun Bahaya). Yakni dari sisa pembakaran batubara untuk proses produksi mereka,” ungkapnya.

Dengan kesalahan tersebut, menurutnya pihak perusahaan PT Sidoagung Farm melanggar pasal 59 sebagaimana diatur da diancam dalam pasal 103 Jo Pasal 116 ayat 1 huruf a. Pada Undang-Unang Nomor 32 Tahun 20019 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hiudp.

Eksekusi dendaa tersebut, lanjutnya sudah sesuai tuntutan jaksa saat persidangan kemarin. “Selain denda Rp 1 Miliar yang sudah diserahkan kepada kami, ada denda lain juga. Yakni melakukan pembersihan limbah tersebut dan diberikan kepada pihak ketiga yang berizin,” imbuhnya.

“Denda Rp 1 Miliar ini hari ini juga akan kami setorkan ke Kas Negara melalui Bank milik negara. Dan sebagai dalam hal ini Kejaksaan Negeri Mungkid telah memberikan Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) kepada negara, ” tegasnya.

Dijelaskannya, untuk kasus ini proses penyelidikan dimulai oleh pihak kepolisian sejak tahun 2019 lalu. Dan hasilnya ditemukan limbah B3 dan kasus berlanjut ke pihak Kejaksaan dan pengadilan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Sebelum sidang pihak kami (Red:Kejaksaan) juga sudah melakukan peninjauan juga ke lokasi. Kemudian dalam sidang akhir pada akhir tahun  2020 kita ajukan tuntutan terebut melaluipengadial. Dan hasilnya 15 Februari 2021 lalu sesuai dengan tuntutan,” terangnya.

Perlu diketahui, kasus pidana umum pencemaran limbah pabrik ini merupakan pertama kali terjadi di wilayah Kabupaten Magelang. Dimana pihak perusahaan membayar denda kepada negara. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: