Pesan Sejuk Gus Yusuf Soal Teror Bom yang Ditujukan Padanya

BNews—MAGELANG— KH Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf menanggapi aksi teror Bom yang ditujukan kepadanya oleh Haris Fauzi, 42, warga Krajan Desa/Kecamatan Tegalrejo. Meski pelaku mengaku memiliki dendam dengannya dia menyatakan telah memberikan maaf.
            ”Yang pertama kaget orang yang ditangkap adalah orang dekat dan sahabat saya seperti percaya dan tidak percaya. Tapi jika benar ditujukan ke saya saya sudah memaafkan,” kata Gus Yusuf dikediamannya.
            Menurutnya, pelaku adalah sahabat dan teman sejak kecilnya. Bahkan, semasa kecil Gus Yusuf dan Haris Fauzi pernah duduk satu kelas di SD Tegalrejo. ”Dia itu sahabat dan teman ngaji saya waktu kecil. Sampai sekarang dengan keluarga dan dia juga baik,” paparnya.
            Hanya saja, Gus Yusuf menyebut pernah ada persoalan dengan Haris Fauzi saat proses pencalegan PKB 2004 lalu. Saat itu, Gus Yusuf menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang.
            ”Saat itu, saudara Haris berniat maju menjadi calon anggota legislatif tapi ini bukan keputusan pribadi tapi mekanisme partai yang waktu itu akhirnya proses diinternal ada calon lain lebih layak. Saya sudah meminta dia bersabar meski akhirnya dia pindah partai,” kata dia.
            Meski sempat mengalami putus silaturahmi, jalinan pertemanan keduanya kembali baik. Bahkan, sebelum pelaku berangkat haji Gus Yusuf mengaku ikut datang ke rumahnya dan memberikan doa.           
            ”Sebelum naik haji dia pamitan minta doa, saya juga kerumahnya, pulang haji ketmu, setengah bulan lalu Haris juga datang (di Ponpes) ada pertemuan jamaah haji,” papar Gus Yusuf.
            Sehingga, kata Gus Yusuf, jika motif persoalan ini tidak ada sangkut pautnya dengan pesantren. ”Kalau dia sakit hati mungkin lebih ke pribadi saya,” katanya.
            Dia juga menegaskan jika tidak pernah sekalipun menyebut pelaku sebagai tokoh PKI seperti yang diucapkan pelaku kepada polisi. ”Maka tidak benar saya menyatakan nuduh PKI itu PKI itu sama sekali tidak benar,” tutur tokoh penggiat pluralisme ini.
            Gus Yusuf berharap jika pelaku tidak terkait dengan jaringan terorisme, kasus ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Dia bahkan berencana menjenguk pelaku saat proses pemeriksaan selesai.

            ”Tapi itu harapan pribadi. Saya tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Jika dalam pendalaman ada fakta-fakta lain ya, kita serahkan ke polisi,” terangnya.
         Lebih lanjut, Gus Yusuf berharap kejadian ini jadi pembelajaran semua pihak. Termasuk dirinya sendiri, pelaku dan masyarakat.  (bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: