Polisi Tembakan Gas Air Mata Saat Ribuan Suporter PSIS Semarang Ricuh, ini Alasannya
- calendar_month Sab, 18 Feb 2023

Suporter PSIS Semarang ricuh dan polisi tembakan gas air mata
BNews–JATENG– Ribuan suporter PSIS Semarang terlibat bentrok dengan polisi di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat sore (17/2/2023).
Suporter PSIS terlibat aksi lempar batu dan dibalas tembakan gas air mata oleh polisi.
Untuk diketahui, PSIS Semarang menjamu Persis Solo dalam lanjutan Liga 1 2022/2023 di Stadion Jatidiri, sore ini. Pertandingan itu digelar tanpa penonton di stadion.
Keributan yang terjadi pukul 15.40 WIB tersebut berawal ribuan suporter PSIS mencoba merangsek masuk ke dalam Stadion Jatidiri.
Terpantau di depan pintu utama Stadion Jatidiri, ribuan suporter PSIS mencoba masuk ke stadion di bawah guyuran hujan.
Mereka ada yang berteriak mempertanyakan ke polisi alasan tidak diizinkan masuk.
Sebagian suporter tampak melempar batu ke arah polisi. Petugas kepolisian yang berjaga membalas dengan melepaskan tembakan gas air mata ke arah suporter.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Selain itu mobil water cannon juga menyemprot air untuk memecah kerumunan suporter.
Setelah ada tembakan gas air mata, tampak kerumunan suporter pecah. Namun lemparan batu masih terjadi. Polisi terlihat ada yang mengevakuasi suporter anak dan wanita ke area aman.
“Sabar dulu, sabar dulu,” teriak petugas lewat pengeras suara mobil polisi.
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkapkan alasan pihaknya menembakkan gas air mata.
Ia mengatakan, saat kejadian tersebut pihak kepolisian telah memberikan peringatan secara lisan selama beberapa kali.
Namun, para suporter yang berjumlah sekira 1500 orang itu, tidak mengindahkan peringatan tersebut. Hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata, untuk mengurai masa yang ricuh itu.
“Nah ketika ada lemparan-lemparan (batu) ke arah petugas, itu juga masih diingatkan,” kata dia kepada wartawan, Jumat, 17 Februari 2023.
Ia mengatakan supporter semakin brutal. Sehingga, petugas kepolisian terpaksa melemparkan gas air mata.
“Ketika semakin brutal serangan kepada petugas, barulah tahapan tembakan gas itu dilucurkan, tapi itu di luar komplek stadion,” lanjutnya.
Ia memastikan ribuan suporter yang memaksa masuk untuk menyaksikan pertandingan secara langsung itu, tidak memiliki tiket.
“Kami bisa memastikan penonton yang hadir itu, satu pun tidak memiliki tiket. Jadi itu yang menjadi pertimbangan mengapa kemudian kita melakukan penyekatan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, kericuhan antara pendukung PSIS Semarang dengan personel kepolisian terjadi di depan Stadion Jatidiri Semarang saat laga melawan Persis Solo.
Pendukung PSIS nekat datang ke stadion meski laga tersebut digelar tanpa penonton. Pertandingan PSIS melawan Persis sendiri berkesudahan dengan skor 1-1. Pertandingan sempat dihentikan sementara akibat sebagian gas air mata masuk ke dalam stadion. Pertandingan yang dipimpin wasit Sigit Budiyanto menghentikan pertandingan pada menit 74, lalu kembali dimulai lima menit kemudian. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar