Pondok API Magelang Bersih-Bersih Asrama Cegah Corona ke Santri

BNews—BANDONGAN— Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri 2 Bandongan Magelang, Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran pandemi Virus Korona di lingkungannya. Salah satu langkah yang digalakkan untuk memotong rantai persebaran Covid-19 adalah dengan membudayakan santri hidup bersih dan sehat.

Bentuk kewaspadaan tersebut meliputi pengecekan ketersediaan alat pengukur suhu tubuh atau thermoscan. Dan juga bersih-bersih di sekolah maupun asrama santri.

”Serta menyediakan hand sanitizer bagi pengurus, santri, khadim, serta siapapun yang keluar masuk area pesantren,” kata Khadim Pesantren API Asri 2 Syubbanul Wathan Bandongan Magelang Ahmad Mufid seperti dikutip NU Online, Rabu (18/3).

Jelas Mufid, wujud dari kewaspadaan, pengangkalan dan pengantisipasian terhadap penyebaran Virus Korona dimulai dari membudayakan santri hidup bersih dan sehat. Diantaranya dengan kegiatan bersih-bersih yang dilakukan seluruh pengurus dan santri.

”Selain itu ada juga beberapa anggota Banser yang turut andil untuk membantu kegiatan bersih-bersih asrama dan menjaga pintu masuk dengan menyediakan hand sanitizer di sini,” ucap pria yang karib disapa Kang Mufid.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik disini)

Terpisah, Ketua Yayasan Syubanul Wathan KH M Yusuf Chudlori turut memberikan anjuran kepada santri dan wali santri. Merek diminta untuk menjaga kebersihan badan, kesehatan, dan ketahanan tubuh dengan selalu berolahraga dan istirahat yang cukup.

”Utamakan selalu menjaga wudu, memperbanyak doa, memohon kepada Allah taala melalui mujadahan serta perbanyak membaca salawat Thibbil Qulub,” tutur putra KH Chudlori itu.

Di samping meningkatkan kewaspadaan, Gus Yusuf juga meminta kepada para wali santri untuk tidak menjenguk putra-putrinya sementara waktu hingga 14 hari ke depan. Meskipun tidak diperkenankan menjenguk putra-putrinya, pihaknya menjamin semua akan baik-baik saja.

”Rumah Sakit Syubbanul Wathan selalu memantau seluruh santri,” pungkas dia.

Sebagai tambahan, peningkatan tersebut juga merupakan wujud taat pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Menindaklanjuti imbauan Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah tentang Virus Korona atau Covid-19. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: