PPMT UNIMMA Fokus Gairahkan Posyandu Lansia Di Mertoyudan

BNews–MAGELANG– Seiring meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) di Indonesia. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), pada Tahun 1980 UHH adalah 55,7 tahun.

Angka ini meningkat pada tahun 1990 menjadi 59,5 tahun dan pada tahun 2020 diperkirakan UHH menjadi 71,7 tahun. Meningkatnya populasi lansia ini membuat pemerintah perlu merumuskan kebijakan dan program yang ditujukan kepada kelompok penduduk lansia sehingga dapat berperan dalam pembangunan dan tidak menjadi beban bagi masyarakat.

Empat  mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan yang didampingi dosen Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) turun lapangan. Mereka menggelar program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) periode ke-2.

Kali ini mereka melaksanakannya di Dusun Telukan Desa Danurejo Mertoyudan Magelang. Dengan mengangkat tema “Optimalisasi Peran Kader Posyandu Lansia Untuk Meningkatkan Kesehatan Lansia Dimasa Pandemik Covid- 19 Di Dusun Telukan Desa Danurejo, Magelang”.

Program ini dilakukan oleh mahasiswa Farmasi dan Keperawatan yaitu Yohanna Eka Snt (Ig: @hanness99), Erma Mutiaraningtyas Loblobly; Eva Aprilia San Ashlih (Ig: @evaapriliasa) dan Endah Sri Haryanti (Ig: @endahesh).

Dengan dosen pendamping Ns. Sumarno Adi Subrata. Dosen tersebut juga sebagai ketua kelompok PPMT kali ini.

“Kelompok PPMT Unimma menerapkan pola pentingnya menjaga kesahatan apalagi dengan usia lanjut. Kami lakukan sosialisasi kepada warga lansia di Dusun Telukan Desa Danurejo,” kata Sumarno Adi Subrata.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Perlu diketahui, Dusun Telukan adalah salah satu dusun yang terdapat di Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang. “Informasi dari kepala dusun setempat, kampung ini dihuni sekitar 30 KK (kartu keluarga). Dengan jumlah warga lansia sekitar 15 orang,” imbuhnya.

Menurutnya, kesadaran akan kesehatan di kampung ini sangatlah minim. “Hal ini dibuktikan dengan warga yang tidak memakai masker ketika berinteraksi. Padahal saat ini masih pandemic Covid-19 ini. Di dusun ini juga tidak diadakan posyandu untuk para lansia, sehingga kondisi kesehatan para lansia di kampung ini tidak dapat dipantau,” paparnya.

Sementara salah satu Mahasiswa keperawatan Unimma, Erma Mutiaraningtyas Loblobly menambahkan minimnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan dimasa pandemic ini dapat menurunkan kualitas hidup.

Salah satu program tanaman obat herbal oleh Kelompok PPMT UNIMMA di Mertoyudan
Salah satu program tanaman obat herbal oleh Kelompok PPMT UNIMMA di Mertoyudan

“Program edukasi pengembangan pada lansia yang kami laksananakan di dusun tersebut. Dengan berbagai kegiatan antara lain forum edukasi, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan. Terpenting  merealisasikan Posyandu Lansia,” tegasnya.

Selain Posyandu Lansia, lanjutnya Tim PPMT UNIMMA tersebut juga melaksanakan beberapa segmentasi program lain. “Kami juga melakukan pembuatan taman tanaman obat keluarga. Dimana kita tanam di lahan yang telah disediakan oleh warga,”ujarnya.

Menurutnya, penanaman ini dilakukan dengan harapan agar warga  setempat dapat mendayagunakan lahan untuk penanaman tanaman obat. “Selain itu kami agendakan juga pengecekan gula darah dan tekanan darah secara gratis. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman tanaman obat yang dibekali dengan buku saku mengenai pengolahan dan manfaat tanaman obat,” pungkasnya. (adv)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: