Pulau Bali Jadi Sorotan Dunia Karena Disebut Kebal Covid-19

BNews—NASIONAL— Pandemi global covid-19 bukan saja mengancam kesehatan, tetapi juga memukul ekonomi dunia. Bahkan, sektor pariwisata di Indonesia seperti Bali, terpukul akibat epidemi corona yang tak berkesudahan.

Bali atau yang populer disebut Pulau Dewata memiliki fenomena unik selama covid-19. Hingga saat ini, tercatat hanya ada 86 pasien positif corona dengan angka kematina dua pasien.

Sejumlah studi menyebut, Indonesia dengan wilayah luasnya dianggap sebagai ’bom waktu covid-19, khususnya di Asia Tenggara. Alasannya cukup mendasar. Hingga 14 April 2020, terkonfirmasi kasus positif corona mencapai 4.839 orang dengan jumlah terbesar di Pulau Jawa.

Fenomena unik ini membuat heran media dan blogger-blogger asing. Bagaimana tidak, Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Bahkan, hingga Maret lalu, Bali masih membuka perbatasan Internasional ketika corona semakin mewabah.

”Saya juga merasa bingung karena itu tidak masuk akal. Ini ajaib,” kata blogger yang tinggal di Ubud, Rio Helmi.

Baca juga: Tes kejelian Mata dan Ketajaman Otak Kamu, Gambar Terakhir Paling Susah

Selain itu, rumah sakit di Bali tidak ada yang dikabarkan kewalahan menangani pasien covid-19. Hal tersebut diungkapkan editor harian Balidiscovery, Daniels, yang menyebut tidak mendengar kabar kematian yang tinggi di Bali. Bahkan di daerah desa masih bebas dari corona.

”Kasus meninggal akibat covid-19 di Bali kebanyakan adalah warga asing. Salah satunya wanita asal Inggris yang memiliki riwayat penyakit berat,” katanya

Sementara dokter dari institusi kesehatan di Bali menyebut sejauh ini hanya ada dua hingga tiga kematian akibat covid-19 di rumah sakit pemerintah dalam empat pekan terakhir. Sejauh ini, Kemenkes mencatat kasus positif Covid-19 di Bali bertahan di angka 38 dengan dua kematian.

Fenomena yang masih menjadi misteri adalah adanya peningkatan jumlah wisatawan asal Tiongkok sebesar tiga persen yang datang ke Bali pada Januari lalu. Padahal, saat itu, Kota Wuhan di Tiongkok sedang mengalami lockdown. Sementara Tiongkok diyakini sebagai sumber persebaran virus.

Bahkan, turis dari Tiongkok tetap datang ke Bali hingga 5 Februari. Bebebapa pekan setelah tanggal itu, Bali baru menutup perjalanan internasionalnya.

Meski ada kejadian ’misterius’, industri pariwisata yang menjadi unggulan Pulau Dewata tetap terkena dampak dari covid-19 ini. Pandemi ini menjadi peristiwa terburuk setelah peristiwa Bom Bali tahun 2002. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: