Tingkatkan Kualitas Produk, PPMT UNIMMA Lakukan Pendampingan Usaha Emping

BNews–MAGELANG – Akhir tahun 2020 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menerjunkan mahasiswanya ditengah masyarakat. Mereka mengadakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mematuhi aturan protokol kesehatan mengingat pandemi virus corona atau covid-19 sampai saat ini belum berakhir.

Kali ini kelompok PPMT terdiri dari satu dosen pembimbing dan lima mahasiswa UNIMMA. Mereka yakni dengan Dosen pembimbingnya Dr. Imron,M.A, anggotanya Iqbal Ramadhan, Muhammad Bahrul Ulum, Akhmad Mustain; Gilang Septiantoro, dan Masithoh Ekayani.

Secara umum, Kegiatan PPMT memiliki tujuan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekitar masyarakat. Dimana mahasiswa wajib terjun langsung dan membantu masyarakat dengan tindakan nyata.

Para mahasiswa dituntut mengaplikasikan ilmu dan keterampilannya untuk bisa diterapkan dalam tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat terutama di lokasi PPMT.

Untuk kelompok PPMT kali ini, mengusung tema Ekonomi Kreatif Berbasis Wirausaha dan Kearifan Lokal. Mereka melaksanakan pengabdian selama kurang lebih dua bulan di Pabrik Emping Jagung Berkah Jaya di Dusun Ngentak, Desa Mungkid, Kecamatan  Mungkid, Kabupaten Magelang.

Mahasiswa PPMT berupaya untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dimiliki oleh pabrik tersebut di masa pandemi ini agar dapat lebih berkembang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pabrik Emping Jagung Berkah Jaya yang dimiliki oleh Adi Surya, yang berdiri pada tahun 2018. Pabrik ini mampu memproduksi sekitar 10 ton jagung setiap bulannya.

“Angka produksi ini sempat menurun karena pandemi Covid-19 yang melanda di segala penjuru dunia. Selain itu faktor cuaca atau musim juga dapat mempengaruhi tinggi rendahnya produksi,” kata Ketua Kelompok PPMT Imron. 

Mengingat jika musim penghujan, lanjutnya proses pengeringan menjadi lebih lama sehingga produksi emping jagung menjadi lebih sedikit. Hal tersebut menurut jika dibandingkan pada musim kemarau atau musim panas.

“Proses pengeringan yang tidak maksimal juga membuat emping jagung berjamur dan tidak layak jual. Dalam hal ini mahasiswa PPMT membantu pabrik emping jagung Berkah Jaya untuk membuat open; hal ini agar pengeringan tetap maksimal meskipun di musim penghujan,” paparnya.

Kelompok PPMT tersebut mengangkat judul Peningkatan Daya Saing Emping Jagung Berkah Jaya Magelang Melalui Legalisasi Usaha, Marketing Online dan Kemasan Produk.

“Melalui judul tersebut terlihat tujuan dari kegiatan PPMT ini yaitu untuk memudahkan pabrik dalam memasarkan produk di pasaran. Hal itu baik secara langsung maupun berbasis digital; dan mengenalkan model bisnis baru dalam branding dan marketing dengan menggunakan teknologi informasi,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurutnya, hal tersebut dilakukan mengingat pada masa pandemi seperti sekarang ini masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di rumah. Maka pemasaran secara offline atau luring menjadi sulit dilakukan.

“Oleh karena itu kelompok PPMT memberikan pelatihan keterampilan kepada pekerja pabrik agar dapat melakukan pemasaran secara online. Mulai dari mengajarkan cara membuat online shop pada berbagai platform; seperti Instagram, Facebook, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak juga cara bertransaksi melalui media tersebut,” ungkapnya.

Imron, juga mneyampaikan bahwa mahasiswa PPMT kali ini melakukan beberapa perubahan strategis sebagai upaya untuk menarik minat pembeli. Salah satunya yaitu dengan melakukan inovasi kemasan produk.

“Kemasan produk yang sederhana dibuat lebih menarik dengan penggunaan aluminium foil sebagai kemasan produk. Selain itu stiker kemasan yang dibuat lebih menarik dengan warna yang menonjol juga dipercaya mampu menarik minat pembeli,” terangnya.

Setelah mampu menarik minat pembeli, lanjutnya yang tidak kalah penting adalah kualitas dari produk itu sendiri. “Atas dasar itu Mahasiswa PPMT melakukan peningkatan strandarisasi. Yakni dengan melakukan sertifikasi halal ke badan LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia),” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: