Ratusan Penambang Manual Gruduk Pemkab Magelang

0
141

BNews-MUNGKID- Rutusan massa dari komunitas armada pasir Merapi MTC (Merapi Trans Community) dan paguyuban penambang manual Kecamatan Srumbung Magelang menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemkab Magelang (17/4) pagi ini. Mereka menuntut kejelasan regulasi dari Pemkab Magelang terkait penambangan manual.
Dalam aksinya, massa membawa 50 lebih truk pasir. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Magelang.
Koordinator aksi Nida Nur Afandi, 35, mengatakan pihaknya menuntut supaya Penambang Manual diberikan ijin resmi. Meski pemprov Jawa Tengah yang menerbitkan, namun proses perijinan harus melalui rekomendasi wilayah oleh Pemkab Magelang.
Dalam aksi ini, mereka mengajukan wilayah khusus untuk penambangan manual. Yakni di daerah Cawang Kali Bebeng Kecamatan Srumbung. Di sana, material dinilai masih sangat banyak dan belum dijamah oleh penambangan alat berat.
“Saat ini, posisi kami terjepit karena makin banyaknya penambangan alat berat,” katanya.
Dia mengaku siap mengurus ijin asal diberikan kepastian hukum. “Kami akan tetap menambang di daerah cawang kali bebeng,termasuk di tebing dengan jaminan keamanan dari Pemda,” katanya kepada awak media.
Menurut Nida, para penambang manual ini, hanya mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sementara penambangana alat berat dinilai mencari keuntungan sebesar besarnya.
Setelah beberapa waktu orasi perwakilan demonstarn diundang kedalam kantor untuk melakukan audensi, Bupati Mageklang Zaenal Arifin tidak hadir dan diwakili Asisten 1 Eko Triyono di dampingi Kadis Lingkungan Hidup Tri Agung, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Heriyanto dan Kepala Satpol PP Imam Bashori.
Dari hasil audensi Pemda memberikan penjelasan soal ijin tambang sudah wewenang provinsi. Bupati hanya rekomendasi lingkungan. Serta arahan untuk penambang manual yang menuntut pengalokasian lahan khusus tambang manual yang saat ini terdesak dengan adanya penambangan dengan alat berat agar mengurus proses ijin ke provinsi melalui bupati.
“Kami hanya ingin menambang dengan nyaman dan aman di lokasi sungai,maka dari itu kami menuntut lokasi tambang khusus manual,” tegas Nida.
Asisten I Eko Triyono mengatakan pihaknya siap membantu proses pengajuan ijin penambangan manual. Menurutnya, proses perijinan saat ini ada di Pemerintah provinsi Jawa Tengah. Sementara Pemkab Magelang memiliki wewenang merekomendasikan wilayah. “Silahkan ajukan wilayah yang mau ditambang,” kata Eko. (bsn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here