Ratusan Remaja Diamankan Polres Magelang Kota, Ada yang SMP

BNews—MAGELANG—Sejumlah remaja diamankan jajaran Polres Magelang Kota. Mereka hendak masuk menjadi bagian unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Magelang yang mana pesertanya adalah mahasiswa, Selasa (13/10/2020).

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan mengungkapkan remaja yang diamankan sekitar 100 orang lebih. Ada yang diamankan saat pagi hari dan ada yang siang yakni usai kerusuhan yang terjadi pasca unjuk rasa.

”Kami melakukan langkah awal saat pagi hari. Pada saat ada demo dari Mahasiswa, kami sudah melihat sejumlah anak-anak. Kan misinya tidak jelas kan terlihat ya. Mereka ditanya langsung bingung dan saat di cek handphone-nya memang diajak untuk demo,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya mengamankan dua kelompok yakni saat pagi hari sekitar 80 orang dan yang kelompok sore hari, masih dilakukan pendataan. ”Ada sebagian yang diamankan sore hari. Secara keseluruhan sekitar 100 orang lebih,” jelasnya.

Untuk kelompok remaja yang diamankan pada sore hari, Nugroho menyebut bahwa mereka ingin bergabung menjadi bagian unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Magelang.

”Kami menjelaskan bahwa mereka tidak bisa bergabung karena demo telah selesai dan mereka bisa segera membubarkan diri, namun mereka masih bertahan. Saat itu ada yang melempar petasan,” sambung Nugroho.

Kemudian pihaknya mengambil langkah untuk membubarkan sekelompok remaja ini. Saat dibubarkan, beberapa dari mereka diamankan dan di bawa ke Mako Polres Magelang Kota.

Loading...

Nugroho mengungkapkan bahwa para remaja yang diamankan tersebut rata-rata merupakan pelajar. ”Ada yang SMP dan SMA. Beberapa yang saya tanya, mereka rata-rata berasal dari luar wilayah Kota Magelang,” imbuhnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Lebih lanjut, Nugroho mengatakan bahwa para remaja yang diamankan tersebut dilakukan penyuluhan, pendataan dan rapid test. ”Alhamdulillah Pemerintah Kota Magelang memiliki upaya untuk keamanan di kota. Kami bekerjasama dengan dinas sosial dan dinas kesehatan,” paparnya.

”Mereka ini anak-anak, tidak selayaknya mengikuti demonstrasi. Mereka harusnya fokus untuk sekolah dan belajar. Untuk itu diberikan penyuluhan dari dinas sosial. Sehingga harapannya mereka tidak melakukan kembali,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pendataan yang kemudian menghubungi orang tua serta para guru agar bisa melakukan pembinaan lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan rapid test kepada mereka.

Terkait adanya para remaja yang diamankan tersebut membawa senjata tajam, Nugroho mengaku bahwa dirinya belum menemukan. ”Sepengetahuan saya, belum menemukan (remaja yang membawa sajam),” ungkapnya.

Tambah Nugroho, dirinya mengimbau agar anak-anak tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang merugikan baik kesehatan maupun keselamatan mereka. Kemudian untuk orang tua dan guru agar kiranya dapat memonitor anak-anak.

”Untuk guru, agar bisa memonitor anak-anak yang melaksanakan pembelajaran daring. Untuk orang tua atau pengasuh, agar selalu memonitor kegiatan anaknya mau kemana, dalam rangka apa, sehingga harapannya tidak diamankan dalam kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: