Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Asrama RSJ Magelang, Pelaku Peragakan 13 Adegan

BNews—MAGELANG— Unit PPA Polres Magelang Kota dan Unit Reskrim Polsek Magelang Utara menggelar rekonstruksi kasus seorang Ibu dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya. Rekontruksi dilaksanakan di salah satu kamar asrama putri kompleks RSJ Prof dr Soerojo Magelang, Rabu (27/1/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Magelang Kota AKBP R Fidelis Purna Timoranto melalui Kasubbag Humas Polres Magelang Kota, Iptu Suharto mengatakan, dalam rekontruksi itu diperagakan sebanyak 13 adegan. Yakni pada adegan pertama, tersangka memasuki toilet yang menjadi lokasi pembunuhan.

”Adegan kedua yakni tersangka duduk di kloset dan melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan. Dengan posisi bayi telentang dan posisi kepala menghadap ke arah pintu, dalam keadaan menangis,” katanya, Kamis (28/1/2021).

Adegan selanjutnya yakni proses tersangka saat memutus tali pusar bayi. Dengan cara ditarik menggunakan tangan kanan dan kiri. Kemudian adegan ketika tersangka mengambil kapur barus yang ada di kamar mandi untuk menyumpag mulut bayi.

”Berikutnya, adegan tersangka mencekik leher bayi hingga meninggal dunia. Ia melakukannya dengan posisi jongkok menghadap ke bayinya tersebut. Posisi saat mencekik itu, tangan kiri tersangka untuk memegang pinggang bayi dan tangan kanan untuk mencekik leher,” jelas Suharto.

Kemudian tersangka melakukan peragaan saat dirinya keluar dari kamar mandi untuk mengambil kantong kresek warna hitam yang ada di samping tempat tidur. Usai mengambil kresek, tersangka memasuki toilet lagi dan memasukkan bayinya yang telah meninggal serta ari-arinya ke dalam kresek tersebut.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Adegan dilanjutkan dengan tersangka memperagakan saat keluar kamar mandi dan meletakkan kresek itu disamping tempat tidur. Dirinya sempat memfoto lantai ruangan yang banyak darah.

”Peragaan berlanjut dengan tersangka mengirim foto ruangan tersebut ke aplikasi WhatsApp kepada saksi (diwakilkan petugas PPA Polres Magelang Kota,” ujar Suharto.

Saksi kemudian menuju ke kamar tempat tersangka melakukan aksinya. Setiba di kamar, tersangka menyuruh saksi untuk mengambil kresek warna putih untuk melapisi bungkusan kresek warna hitam. Yang mana berisi jasad bayi dan ari-arinya.

”Adegan terakhir yakni, tersangka menyuruh saksi untuk memasukkan bungkusan plastik tersebut ke dalam sebuah koper,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Magelang Kota bersama Polsek Magelang Utara berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap bayi. Diduga pelaku pembunuhan itu adalah ibu kandunganya sendiri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Magelang Kota AKBP R Fidelis Purna Timoranto mengatakan, berdasarkan keterangan, pelaku melakukan hal itu di sebuah kamar mandi asrama di kompleks rumah sakit yang ada di Kota Magelang. Diketahui, pelaku adalah mahasiswi magang di rumah sakit tersebut. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: