Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Korban Capai 512
- calendar_month Rab, 2 Sep 2026

Pihak RSUD Notopuro Sidoarjo harus menambah ranjang di ruang IGD pada Rabu (02_09) siang, untuk menampung pasien santri yang diduga keracunan setelah menyantap MBG
Menu MBG yang disantap para santri dan siswa terdiri dari lima komponen, yakni nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis jagung muda, tempe bumbu bali, dan apel.
Makanan tersebut tiba di Pondok Pesantren Manbaul Hikam sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, sekitar 1.010 porsi dibagikan kepada santri serta siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Manbaul Hikam.
Pihak pesantren menyebut makanan tersebut tidak dimasak di dapur pesantren, melainkan dikirim oleh SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Dugaan keracunan massal mulai terjadi menjelang sore hingga malam. Para santri dan siswa kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Sejumlah santri mengaku sayuran yang disajikan terasa aneh dan cenderung masam. Namun, kesaksian tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa sayuran menjadi penyebab keracunan.
Setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa dan santri mulai mengalami keluhan seperti sakit kepala, mual, hingga lemas pada Selasa malam selepas waktu Maghrib.
Dinkes Sidoarjo Periksa Sampel Makanan dan Muntahan Korban
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan MBG tersebut.
Sampel makanan yang diamankan diperiksa di laboratorium. Selain makanan, muntahan korban juga dijadikan bahan pemeriksaan untuk membantu mengidentifikasi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri dan siswa.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyatakan pihaknya akan memeriksa perizinan SPPG Kalitengah.
“Segera kita cek ke sana, ya, dengan semuanya dinas pengampu, ya, termasuk perizinan, termasuk Dinkes dan lain-lain,” tegas Subandi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurut Subandi, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui persoalan yang terjadi di dapur penyedia makanan MBG.
Ia juga membuka kemungkinan dilakukan penutupan apabila ditemukan persoalan serius dalam aspek perizinan.
BGN Suspend Sementara SPPG Kalitengah
Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan BGN telah mengeluarkan keputusan penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah.
Penghentian sementara dilakukan sambil menunggu proses evaluasi dan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Sementara ini karena memang sementara disuspen, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara,” kata Teguh, seperti yang dikutip di laman Detik.
BGN selanjutnya akan melakukan evaluasi dan pemeriksaan laboratorium. Status suspend terhadap SPPG Kalitengah masih menunggu hasil evaluasi tersebut.
“Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah di-suspendnya, suspend sementara atau suspend permanen,” jelasnya.
YLBHI Soroti Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo
Kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo juga mendapat perhatian Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
YLBHI melalui siaran pers menilai dugaan keracunan dalam program MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan teknis. Negara dinilai memiliki kewajiban untuk memastikan keamanan makanan sekaligus melindungi hak anak.
YLBHI mendesak pemerintah membuka penyelidikan secara transparan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Lembaga tersebut juga meminta pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan adanya kelalaian, pelanggaran standar keamanan pangan, maupun kegagalan dalam pengawasan.
Puluhan Pasien Kembali Penuhi IGD RSUD Notopuro
KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA….
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar