Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Korban Capai 512

Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Korban Capai 512

  • calendar_month Rab, 2 Sep 2026

RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menampung banyak pasien dari kasus dugaan keracunan MBG tersebut.

Sebagian pasien sebelumnya telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatan membaik dan dapat menjalani rawat jalan. Namun, pada Rabu (02/09/2026) siang, puluhan anak kembali berdatangan ke IGD RSUD Notopuro.

Mereka mengalami keluhan yang diduga serupa setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (01/09/2026) siang.

Sebagian pasien harus diantar menggunakan kursi roda karena tidak kuat berjalan. Kondisi pasien terlihat lemas di ruang IGD.

Sebagian pasien masih terbaring di ranjang, sementara lainnya sudah dapat duduk setelah mendapatkan penanganan medis.

Humas RSUD Notopuro, Rizky Maulana, mengatakan setidaknya 30 pasien datang ke rumah sakit tersebut pada Rabu siang dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, masih terdapat 11 pasien yang menjalani perawatan sejak Selasa (01/09/2026) malam akibat dugaan keracunan MBG.

“Pasien-pasien itu yang rawat inap dan baru datang Rabu siang ini berasal dari ponpes yang sama,” jelas Rizky.

Menurut pihak rumah sakit, sebagian besar pasien mengalami dehidrasi sehingga mendapatkan penanganan berupa rehidrasi.

“Sehingga kami lakukan rehidrasi, supaya kondisi mereka tidak drop,” kata Rizky kepada jurnalis di Sidoarjo, Asvin Ellyana.

Rizky menambahkan, para pasien juga mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, hingga diare.

Kesaksian Orang Tua Santri

Salah satu orang tua korban, Reni, mengatakan anaknya mulai mengalami mual dan sakit kepala pada Rabu pagi (02/09/2026).

Reni kemudian membawa anaknya ke rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB.

“Anak saya tadi malam masih membantu teman-temannya di ponpes, tidak mengalami gejala apa-apa, tetapi paginya, dia merasa perutnya tidak enak,” ungkap Reni.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurut Reni, anaknya tidak mengonsumsi sayuran yang sebelumnya dicurigai menjadi penyebab dugaan keracunan massal.

“Dia hanya makan lauknya,” jelas Reni.

Setelah mendapatkan penanganan di IGD, anak Reni diperbolehkan menjalani rawat jalan.

“Diberi obat oleh dokter dan bilang kalau ada keluhan lagi, tolong kembali ke rumah sakit,” tutup Reni.

Aktivitas Ponpes Manbaul Hikam Diliburkan Sementara

Sebagai langkah sementara, aktivitas Pondok Pesantren Manbaul Hikam disebut diliburkan selama beberapa hari.

“Libur untuk sementara waktu,” jelas Humas Ponpes Manbaul Hikam, Bahron Nafi.

Santri yang telah menjalani perawatan di rumah sakit setelah dugaan keracunan MBG juga diizinkan pulang ke rumah masing-masing selama sepekan.

Pihak pesantren turut meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap proses penyediaan makanan dalam program MBG.

Pihak pesantren meminta pemerintah untuk “mengontrol dapur MBG dari pengadaan bahan sampai cara masaknya”.

Kepala SPPG Kalitengah Pertanyakan Penyebab Keracunan

Di sisi lain, Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, mengatakan proses pengolahan makanan MBG dilakukan seperti biasa.

Proses memasak disebut dimulai sekitar pukul 00.00 WIB. Makanan kemudian dikirim kepada penerima sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam proses pemeriksaan makanan sebelum dikonsumsi, SPPG juga melibatkan pihak sekolah untuk mencicipi menu yang akan disajikan.

“Setiap sekolahan itu ada uji yang nantinya dicicipi oleh penanggung jawab dari pihak sekolah, setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah, tapi kok sampai keracunan, itu yang saya pertanyakan,” jelas Rafli seperti yang dikutip dalam laman Detik.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan massal yang dialami ratusan santri dan siswa di Sidoarjo masih menunggu hasil investigasi serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan pemeriksaan lainnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less