Sejumlah Ruas Jalan di Semarang Mulai Ditutup, Bakal Lockdown?

BNews–SEMARANG– Beberapa ruas jalan raya di Kota Semarang akan mulai ditutup sore ini (29/3/2020). Penutupan tersebut dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang selama dua pekan kedepan.

“Untuk mengurangi persebaran virus corona (Covid-19) di Kota Semarang,” tutur Kepala Dishub Kota Semarang Endro P Martanto.

“Kami mohon kerjasamanya dari warga dan diupayakan untuk stay di tempat tinggal saja,” imbuhnya.

Ruas yang ditutup yakni Jalan Pandanaran-Simpanglima, Jalan Pemuda, Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan (Tugu Tunas), Jalan Ahmad Yani (RRI)-Simpanglima. Penutupan itu berlaku mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.

Dari penuturan Kabid Opsdal Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan, pihaknya akan memasang tanda berupa barrier di ruas-ruas yang ditutup. “Akan ada petugas kami juga di lokasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, terhitung mulai hari Jumat (20/3) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi langsung memimpin gerakan penyemprotan disinfektan pada berbagai tempat di Kota Semarang. Dirinya juga tak luput hadir dalam kegiatan sterilisasi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (27/3).

Loading...

Tak hanya di sana, selain di tempat Hendi berada, tim penyemprotan juga bergerak di wilayah Kecamatan Tugu dan Mijen, Kota Semarang,” katanya.

Diungkapannya, selain untuk memantau kegiatan penyemprotan, kehadirannya juga untuk melihat kondisi masyarakat terdampak tekanan isu penyebaran virus Corona di Kota Semarang. Pasalnya permasalahan yang dihadapi bukan hanya kesehatan saja, tetapi juga pada permasalahan perekonomian.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Permasalahan Covid 19 sebenarnya ada tiga. Selain terkait medis, juga bagaimana caranya menetralisir berita hoax. Kemudian bagaimana caranya memberikan dukungan pada sektor ekonomi yang terimbas,” paparnya.

“Tiga hal tersebut sedang Pemerintah kota Semarang upayakan solusinya. Mudah-mudahan Covid-19 bisa segera berakhir. Perekonomian tidak terpuruk dan segera bangkit agar masyarakat tidak panik lagi,” tegasnya.

“Maka melihat kompleksitas permasalahannya, akan menjadi sebuah hal positif bila bukan hanya Pemerintah Kota Semarang yang terlibat, tetapi juga banyak stakeholder,” harapnya.

Di sisi lain, Hendi juga meyakinkan kepada masyarakat jika penyakit COVID-19 bisa disembuhkan dan dicegah. “Upaya penyemprotan disinfektan saat ini harus menjadi gerakan. Karena penyakit COVID-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Sehingga penting untuk menjaga diri dan lingkungan tetap bersih,” himbaunya.

“Mudah-mudahan dengan izin Allah SWT, virus Corona dapat bisa lenyap dan pergi dari Kota Semarang, juga Indonesia,” pungkasnya. (*/islh)

Sikap optimis Hendi tersebut dikuatkan dengan membaiknya kondisi satu pasien COVID-19 Kota Semarang yang dirawat di RSU Telogorejo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menerangkan kondisi pasien yang dimaksud tersebut sudah membaik dan tidak ada keluhan.

Namun untuk memastikan pasien telah sembuh dari penyakit COVID-19 dirinya menyatakan akan melakukan pengecekan ulang.

“1 pasien positif yang ada di Rumah Sakit Telogorejo memang sudah baik kondisinya dan tidak ada keluhan lagi.

Dan untuk memastikan yang bersangkutan telah sembuh akan dilakukan Rapid Test kepada yang bersangkutan,” terang Hakam.

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: