Sekda Jateng Ungkap Cara Sederhana Dongkrak Ekonomi: Datangkan Orang ke Jawa Tengah
- calendar_month 42 menit yang lalu

Sekda Jateng Ungkap Cara Sederhana Dongkrak Ekonomi
BNews-JATENG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Semarang Business Matching 2026 yang digelar di Hotel MG Setos, Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dinilai mampu mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari berbagai daerah melalui forum bisnis antara penjual (seller) dan pembeli (buyer).
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan salah satu program prioritas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, pariwisata merupakan sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
“Upaya untuk meningkatkan konsumsi salah satunya adalah mendatangkan orang ke Jawa Tengah. Mereka akan menginap, makan, dan belanja,” urainya.
Sumarno menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah selama ini banyak ditopang oleh sektor konsumsi. Karena itu, peningkatan kunjungan wisatawan menjadi salah satu langkah efektif untuk memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian. Salah satunya adalah Dubai yang kini dikenal sebagai destinasi wisata dunia meskipun sebelumnya memiliki kondisi geografis yang relatif gersang.
” Ada lagi negara Seychelles. Ini negara terkecil di Afrika. 70% sektor perekonomiannya ditopang dari pariwisata,” kata dia.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Lebih lanjut, Sumarno menilai pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada potensi destinasi yang dimiliki, tetapi juga membutuhkan jaringan yang kuat antar pelaku industri serta penyusunan paket wisata yang menarik dan beragam.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki kekayaan destinasi wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga wisata buatan yang dapat dikembangkan menjadi paket wisata unggulan.
“Kami berharap forum ini menjadi bagian untuk menjadi pengembangan pariwisata di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Sementara itu, Project Director Semarang Business Matching 2026, Sri Astuti, mengatakan Kota Semarang menjadi kota keempat penyelenggaraan kegiatan tersebut sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, agenda serupa telah digelar di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.
Setelah Semarang, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke sejumlah kota lain, yakni Bali, Makassar, Bangkok, dan Jakarta.
“Semarang ini adalah kota keempat di tahun ini dan jadwal kita di tahun ini itu ada delapan kota,” ujarnya.
Sri Astuti menjelaskan, kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2024 dengan nama Info Wisata Table Talk. Seiring perkembangan dan meningkatnya antusiasme pelaku industri pariwisata, kegiatan tersebut terus diperluas hingga menjangkau berbagai kota di Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, para seller yang hadir berasal dari 18 kota di Indonesia. Mereka terdiri atas pelaku usaha hotel, event organizer, konsultan pariwisata, hingga pengelola destinasi wisata.
Sementara itu, para buyer berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka mencakup pelaku usaha perjalanan wisata dari kawasan Pantura Timur, Pantura Barat, Semarang dan sekitarnya, serta Yogyakarta.
Melalui forum bisnis ini, para pelaku industri pariwisata diharapkan dapat memperluas jaringan kerja sama, meningkatkan transaksi bisnis, serta menciptakan berbagai paket wisata baru yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Tengah. Dengan demikian, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.(*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar