Meski Produksi Padi Melonjak, Ahmad Luthfi Ingatkan Ancaman Besar di Depan Mata
- calendar_month 14 menit yang lalu

Produksi Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ahmad Luthfi Siapkan Strategi Hadapi Kemarau
BNews-JATENG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan produksi padi guna memenuhi target nasional sebesar 10,5 juta ton pada tahun 2026. Hingga periode Januari–Juli 2026, produksi padi di Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau sekitar 63,43 persen dari target produksi tahun ini.
Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri kegiatan Panen Raya Padi bersama petani di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026).
Dalam kegiatan itu, Ahmad Luthfi turut melakukan panen menggunakan combine harvester, meninjau proses pengolahan lahan pascapanen, serta berdialog langsung dengan petani dan para pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Menurut Luthfi, panen raya tersebut menjadi momentum rasa syukur atas hasil produksi pertanian yang terus menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
“Ke depan tantangannya adalah perubahan musim. Perkiraannya musim kemarau akan panjang. Karena itu seluruh bupati dan wali kota harus melakukan mapping (pemetaan) wilayah yang terdampak kekeringan agar target swasembada pangan dapat terpenuhi,” ujarnya.
Untuk menghadapi potensi kekeringan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari program pipanisasi, sumurisasi, pemanfaatan sumber air baku, hingga distribusi bantuan pompa air sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam sesi dialog bersama petani, sejumlah aspirasi turut disampaikan. Petani mengeluhkan kebutuhan air untuk musim tanam ketiga (MT III), ketersediaan jaringan listrik bagi sumur pertanian, bantuan alat panen combine harvester, alat pengolah tanah, serta perbaikan jalan usaha tani dan jaringan irigasi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menanggapi berbagai kebutuhan tersebut, Ahmad Luthfi memastikan pemerintah provinsi akan terus mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana pertanian guna menjaga produktivitas sektor pangan di Jawa Tengah.
Untuk memenuhi kebutuhan alat panen, Pemprov Jawa Tengah akan mengatur pemanfaatan combine harvester milik provinsi secara bergilir di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga akan mengusulkan tambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kementerian Pertanian.
Di sisi lain, Jawa Tengah telah menerima sekitar 17 ribu unit pompa air yang akan didistribusikan ke daerah-daerah sesuai kebutuhan; guna membantu pengairan lahan pertanian selama musim kemarau berlangsung.
“Yang penting air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, memastikan ketersediaan pasokan air irigasi untuk wilayah Bendosari dan sekitarnya masih aman hingga Oktober 2026.
“Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi, sehingga kebutuhan air untuk musim tanam ketiga tetap dapat terjaga,” tegasnya.
Kepastian tersebut memberikan optimisme bagi petani untuk tetap melanjutkan musim tanam ketiga tanpa kekhawatiran terhadap pasokan air irigasi.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini berperan penting dalam menjaga; ketahanan pangan nasional, termasuk saat pandemi Covid-19 ketika sektor pertanian tetap mampu berjalan di tengah berbagai pembatasan aktivitas masyarakat.
“Kami terus berupaya mendukung petani melalui bantuan alsintan, pembangunan irigasi, sumur dalam, dan jalan usaha tani. Namun kami juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi agar kebutuhan petani bisa terpenuhi secara optimal,” kata Etik.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, diharapkan target swasembada pangan nasional dapat tercapai sekaligus; memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan utama di Indonesia. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar