Sekda : Kabupaten Magelang Secara Topografi Seperti Cawan Raksasa Dikeliling 5 Gunung dan 1 Bukit

BNews–MAGELANG– Sekretaris Daerah Adi Waryanto didampingi jajaran Forkompimda Kabupaten Magelang dan Kepala Pusat Penelitian, Promosi Kerja Sama Badan Informasi Geospasial, Suprajaka dan Kepala Fakultas Pertanian UGM Jaka Widada membuka Seminar Nasional dan Ekshibisi Diseminasi Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi Universitas Gadjah Mada di Pendopo Setda Kabupaten Magelang, (4/8/2022).

Adi Waryanto menyampaikan bahwa saat ini lingkungan mempunyai peran yang penting bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini. Daya dukung lingkungan, baik itu lahan maupun daya dukung air menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam pembangunan.

Ia mengatakan, pesatnya pembangunan yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat harus diimbangi dengan pelestarian lingkungan.

“Ketika keseimbangan alam terganggu, maka bukan kemakmuran yang akan kita dapatkan, melainkan bencana alam yang sewaktu-waktu akan menimpa” kata, Adi.

Adi menjelaskan wilayah Kabupaten Magelang mempunyai kondisi topografi yang unik menyerupai sebuah cawan raksasa; yang dikelilingi oleh lima gunung dan satu bukit. Yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, dan Sumbing serta bukit Menoreh.

Sehingga wilayah Kabupaten Magelang menjadi daerah yang rawan ancaman bencana, baik gunung meletus; tanah longsor, banjir, dan berbagai bencana alam lainnya. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk pengurangan resiko bencana yang harus dilakukan secara sinergis oleh semua pemangku kepentingan.

“Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada yang telah melakukan penelitian di Kabupaten Magelang sejak tahun 2015 telah menghasilkan lebih dari 100 penelitian dari jenjang S1, S2, maupun S3,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Adi menambahkan sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang yang akan menjadikan Magelang; sebagai Kabupaten yang ramah terhadap kegiatan penelitian, maka kegiatan seminar ini menjadi momen berharga untuk menyebarluaskan hasil-hasil temuan penelitian sekaligus mempertemukan peneliti; pemegang kebijakan, dan masyarakat.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada menyampaikan hasil penelitian dan ekshibisi yang telah dilakukan oleh tim riset Gajah Mada; yakni selama 11 tahun di desa Wonogiri Magelang ini adalah hal yang menarik, karena bisa secara konsisten memberikan manfaat pada masyarakat dan pada daerah.

“Konsistensi ini salah satu kunci bagaimana kita bisa mengenali daerah lebih detail, lebih jauh; sehingga harapannya adalah penyelesaian -penyelesaian yang bisa kami lakukan nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ungkap, Jaka.

Menurutnya, hal ini bukan hanya sekedar penelitian tetapi juga bagaimana melakukan aksi, pemberdayaan masyarakat; dan konservasi supaya kedepannya daerah yang telah dilakukan penelitian bisa menjadi tujuan wisata pendidikan; dan konservasi yang mungkin akan menjadi salah satu bagian yang unik. (bsn)

IKUTI KAMI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: