Sekelompok Orang Tendangi Water Barrier di Magelang Terekam CCTV, Dishub Buru Para Pelaku

BNews—MAGELANG— Sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya tengah diburu petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang. Berdasarkan rekaman CCTV, mereka  sengaja melakukan pengrusakan water barrier di sepanjang jalan di Jalan Yos Sudarso, Kota Magelang.

Berdasarkan rekaman video berdurasi 50 detik yang diunggah akun Instagram @dishubkotamagelang, peristiwa pengrusakan water barrier alias pembatas jalan terjadi di depan SMK Kristen 1 Magelang. Tepatnya terjadi Minggu pagi buta (20/12), pukul 04.34WIB.

Dalam video tersebut, terlihat empat orang dengan dua sepeda motor berjalan pelan. Saat di tikungan, terpantau satu orang di depan berlari sambil berupaya menendangi water barrier hingga terjatuh ke sisi jalur khusus sepeda. Sementara seorang lagi yang membawa kendaraan berjalan mengiringi si penendang.

Di belakangnya, dua orang yang mengendarai satu sepeda motor juga mencoba menendangi dari atas kendaraan. Tak puas, mereka diduga kembali lagi untuk merobohkan pembatas jalan yang sebelumnya gagal dijatuhkan.

Kali ini, tiga orang turun dari motor dan berlari sambil menunggu kondisi jalan sepi. Barulah mereka dengan sekuat tenaga menendangi water barrier hingga terjatuh. Setelah puas, mereka melarikan diri.

”Selamat siang warga Kota Magelang dan sekitarnya, dalam video ini terekam kamera CCTV sekelompok orang  yang dengan sengaja merusak dengan menendang water barrier jalur sepeda di Jalan Yos Sudarso tepatnya di sekitaran depan SMK Kristen dan BNI,” tulis Dishub Kota Magelang melalui akun Instagram resminya, @dishubkotamagelang, Minggu (20/12).

Loading...

Berbekal rekaman tersebut, pihaknya saat ini berupaya untuk mengungkap para pelaku pengrusakan water barrier yang membahayakan para pengguna jalan. ”Kami akan tindaklanjuti dan ungkap pelaku pengrusakan,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Sementara itu, di slide kedua, paginya, terlihat sebuah foto seorang Ibu-ibu yang kebetulan melintas dengan sepedanya mendirikan pembatas jalan berwarna oranye satu persatu. Dishub setempat kemudian mengapresiasi si pegowes tersebut.

”Diketahui sebelumnya, melalui postingan @masyoga terlihat Ibu-ibu sedang mendirikan water barrier satu persatu. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah peduli dan merawat fasilitas umum,” ucapnya.

”Dimohon bagi warga Kota Magelang dan sekitarnya mari bersama merawat fasilitas umum yang telah disediakan,” pesannya.

Aksi sekelompok orang tak bertanggung jawab tersebut membuat warganet berang. Mereka mengecam pengrusakan tersebut dan meminta petugas berwenang menangkap para pelaku.

”Tangkap!!!,” kata @arief_alfarizi. ”Ciiduk ciiduk ciiduk ciiduk ciiidukkk…,” timpal @lukmanhakim3099.

”Ditunggu video klarifikasi dan ucapan maafnya min dari pelaku,” kata @maria_eny28. ”Gak sabar lihat klarifikasi permintaan maaf,” sambung @ajie.alief.

”Nanti ditangkap nangis-nangis minta maaf, huft,” ujar @kanvaskata.books.

”Waduh.. Perlu psikiater sepertinya oknum-oknum seperti itu. Agaknya jiwa mereka terganggu sehingga melakukan Tindakan tersebut,” ucap arisanjayaaas. 

Diketahui, water barrier merupakan salah satu jenis pembatas jalan berwarna oranye yang dilengkapi pemantul cahaya. Water barrier dipasang di median jalan untuk mencegah pengguna jalan raya masuk ke jalur lalu lintas dari kedua sisi. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: