Semua Siswa Sudah Pulang, Pemkab Magelang Bongkar Evaluasi Tata Kelola MBG
- calendar_month 1 jam yang lalu

Kapolresta Magelang Kombes Pol. Edy Bagus Sumantri, S.I.K. bersama jajarannya turun langsung ke pusat medis cek siswa siswa yang diduga keracunan MBG
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta tata kelola MBG dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari proses penyediaan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada siswa.
“Ini menjadi masukan penting bagi kita. Melalui Satgas MBG Kabupaten Magelang, kita akan dorong penguatan sistematika dan tata kelolanya,” ujar Grengseng.
Menurut Grengseng, keamanan makanan dapat dipengaruhi oleh proses penyimpanan maupun jeda waktu antara makanan selesai diolah hingga disajikan kepada penerima.
“Makanan itu sangat sensitif. Salah penyimpanan atau selisih waktu penyajian saja bisa mengubah kandungannya,” lanjutnya.
Pemkab Magelang juga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Grengseng menegaskan, pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan secara tergesa-gesa sebelum hasil pemeriksaan keluar.
“Kami tidak bisa gegabah. Kita tunggu hasil evaluasinya dulu untuk melihat ada kekeliruan di mana. Fokus saya saat ini lebih kepada mengevaluasi sistem,” katanya.
Operasional SPPG Giyanti Dihentikan Sementara
Kasus tersebut bermula ketika puluhan siswa SMPN 3 Candimulyo mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Jumat (7/8/2026).
Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Giyanti di Desa Tempak, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, dihentikan sementara. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang Nrangwesthi Widyaningrum mengatakan, sampel makanan telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan.
“Yang jelas, SPPG besok Senin stop operasional sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel yang sudah dibawa ke Dinkes,” kata Nrangwesthi, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, Koordinator Kecamatan SPPG Candimulyo Divian Anugrah Cahya Pratama sebelumnya menyebut sekitar 25 siswa mendapatkan penanganan di RSUD Merah Putih Magelang pada hari kejadian.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Kalau jumlah secara kasar yang saya dapat sekitar 25 siswa di sini. Puskesmas tidak ada, semua sudah mendapat rujukan langsung ke sini,” ujar Divian saat itu.
SPPG Giyanti diketahui memproduksi sekitar 1.800 porsi MBG yang didistribusikan untuk 23 sekolah dan posyandu.
Hingga kini, operasional SPPG Giyanti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta evaluasi dari instansi terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.(*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar