Jadi Pahlawan, Tiga Taruna Akmil Asal Papua Raih Penghargaan

BNews—MAGELANG— Tiga taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang diganjar penghargaan karena menyelamatkan korban insiden kecelakaan air di Raja Ampat, Papua Barat. Penghargaan tiga taruna tingkat IV/ Sermatutar diberikan Gubernur Akmil Mayjend TNI Dudung Abdurachman di Lapangan Pancasila kompleks Akmil.

Mereka adalah Sermatutar Bima Pandu Kusuma Mahuse, Daniel Denis M Nambrasar dan Osvaldo Louis Vernando Micibaroe. Ketiganya merupakan putra terbaik asli Papua.

Terang Dudung, penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi tinggi yang diberikan institusi pendidikannya. Ketiga taruna diketahui berhasil menyelamatkan 13 penumpang dan dua kru perahu speed boat Wisata Puteri Sion saat melaksanakan cuti.

”Kami selalu tekankan kepada taruna/ taruni untuk tumbuhkan kepedulian kepada masyarakat apabila ada hal-hal yang perlu ditolong. Inilah wujud kepedulian. Terlihat bahwa ketiga taruna ini dengan mempertaruhkan nyawanya untuk menolong sehingga terhindar dari musibah,” tegas Dudung, kemarin (3/1).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia menjelaskan, pemberian penghargaan piagam tersebut merupakan perintah KSAD, Jenderal Andika Perkasa. Piagam tersebut tergolong istimewa. Sebab, berpengaruh terhadap nilai kepribadian pada saat menempuh pendidikan di Akmil dan otomatis berpengaruh pada prestasi.

”Pemberian apresiasi ini bisa kita lakukan kepada taruna yang berprestasi. Baik di dalam maupun di luar saat melakukan suatu kegiatan-kegiatan yang positif yang berdampak baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Salah satu taruna penyelamat, Sermatutar Daniel Denis M Nambrasar mencerikakan, saat itu dirinya bersama dua rekannya usai melaksanakan liburan di kampung halaman di Raja Ampat. Saat perjalanan kembali ke Magelang, ketiganya melihat insiden kapal yang nyaris tenggelam. Spontan, mereka yang masih mengenakan baju PDL langsung terjun ke laut menyelamatkan seluruh korban.

”Saat itu terdengar suara teriakan minta tolong dan setelah kami lihat para penumpang kapal cepat nyaris tenggelam. Kami terjun dan mengamankan korban ke pantai. Mengamankan perlengkapan dan menarik speed boat ke pinggir pantai,” kenang Daniel.

Saat melakukan pertolongan, ketiganya dibantu keluarga taruna serta beberapa nelayan yang kebetulan melintas. Daniel mengaku sempat mengalami kesulitan mengevakuasi korban karena arus air laut agak kencang. Para korban rata-rata ketakutan dan panik luar biasa.

”Memang beberapa korban menggunakan pelampung. Karena dalam keadaan takut mereka tidak bisa mengatasi kepanikan mereka. Tetapi semua berjalan lancar sehingga 13 penumpang dan dua kru perahu semua selamat,” pungkas dua. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: