Serempak, Wisata di 20 Desa wilayah Magelang Disiapkan Secara Gotong Royong

BNews—MUNGKID— Kabar baik. Destinasi wisata di Kabupaten Magelang segera kembali dibuka.

Hal itu setelah secara menyeluruh di 20 desa di Kabupaten Magelang digelar kegiatan persiapan pembukaan wisata. Dimana, program itu dilaksanakan oleh Kemenparekraf/Barekraf.

Kegiatan bertajuk program Gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di pusatkan di 20 desa di Magelang. Mereka memberikan stimulan anggaran kegiatan gotong royong secara oleh masyarakat.

 Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Barekraf, Fadjar Hutomo, gerakan ini dilaksanakan sebagai upaya memulihkan dampak Covid-19 di sektor pariwisata. 

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Kemenparekraf/Barekraf dalam upaya menangani dampak pandemi Covid-19,” kata Fadjar saat memberikan sambutan di Desa Wisata Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Senin (6/7/2020). 

Fadjar menuturkan, kegiatan ekonomi di Magelang sudah berhenti selama empat bulan di masa pandemi Covid-19. Dengan begitu, kata dia, banyak masyarakat terutama pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak ekonomi akibat pandemi tersebut.

Loading...

Dia mengungkapkan, Magelang menjadi wilayah pertama dalam pelaksanaan program BISA. Ada 20 desa di Magelang yang dilibatkan dalam program ini.

“Pertama Magelang. Ini untuk membantu ekonomi masyarakat. Mengoptimalkan para pekerja parekraf dalam mengantisipasi adaptasi kebiasan baru pasca Covid-19,” ungkapnya. 

Dalam program ini, kata Fadjar, semua peralatan dibeli dari masyarakat di wilayah Magelang. Hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat setelah terdampak Covid-19. 

Sementara itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan, krisis kesehatan yang saat ini terjadi jangan sampai berdampak pada krisis ekonomi. Sehingga, pihaknya berusaha untuk kembali membuka kegiatan, termasuk pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

“Maka kami minta camat dan seluruh jajaran pemerintah untuk menjalankan apa yang menjadi protokol kesehatan,” kata Zaenal. 

Magelang, kata Zaenal, memiliki keindahan alam memesona yang bisa diandalkan dalam mendatangkan wisatawan. Apalagi, katanya, wisata alam saat ini tengah menjadi idola para wisatawan. 

“Kita memiliki keindahan alam dan panorama yang luar biasa yang dianugerahkan Tuhan. Mari situasi dan kondisi ini betul-betul menjadi tugas yang harus kita lakukan bersama-sama. Kita tidak ingin berlama-lama dalam kondisi seperti ini,” katanya. 

Dikatakan Zaenal, protokol kesehatan, termasuk di sektor wisata, penting diterapkan untuk mencegah terjadinya gelombang kedua Covid-19. Sehingga, dirinya berharap pelaku wisata dan wisatawan juga bisa mematuhi protokol tersebut. 

“Insya Allah kalau kita melaksanakan protokol kesehatan, tidak akan terjadi itu (gelombang kedua). Maka pemerintah memastikan menyiapkan kebutuhan untuk penerapan protokol kesehatan,” paparnya.

Magelang, lanjut Bupati Zaenal, terus berbenah dalam memajukan pariwisata. Sehingga, menurutnya, sejumlah destinasi wisata di Magelang terus berkembang saat ini, salah satunya Punthuk Setumbu. 

“Kita terus berbenah selama dua tiga tahun ini. Kita punya banyak tempat tujuan wisata. Ada Punthuk Setumbu. Ini terkenal sekali. Apalagi masuk film Ada Apa dengan Cinta,” paparnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: