Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Siapa Sosok Eyang Sapu Jagad Merapi, ini Kisahnya

Siapa Sosok Eyang Sapu Jagad Merapi, ini Kisahnya

  • calendar_month Kam, 16 Mar 2023

BNews–JOGJA– Erupsi Gunung Merapi beberapa waktu yang lalu, kerap disinggung dengan perihal penunggu puncak Merapi, yakni Eyang Sapu Jagad.

Siapa sebenarnya Eyang Sapu Jagad ini, apa kaitannya dengan Gunung Merapi ? Dalam hal ini, sosok juru kunci, yaitu Mbah Asih, panggilan akrab dari Mbah Kliwon Suraksohargo Asihono mengungkap siapa Eyang tersebut.

Sebagaimana dikutip dari kanal YouTube TRANS7 OFFICAL, nampak Mbah Asih menjelaskan secara detail siapa sebenarnya Eyang Sapu Jagad penunggu Gunung Merapi.

Sebelumnya, Mbah Asih sendiri adalah anak dari juru kunci Gunung Merapi sebelumnya, yaitu Mbah Maridjan.

Seperti yang telah diketahui, bahwa Mbah Maridjan ikut menjadi korban dan meninggal saat Gunung Merapi erupsi pada tahun 2010 yang lalu.

Kini jabatan sebagai juru kunci Gunung Merapi diemban oleh putranya yang bernama mbah Kliwon Suraksohargo Asihono, atau yang akrab di panggil Mbah Asih.

Menurut Mbah Asih, Eyang sapu Jagad merupakan sosok gaib penunggu Gunung Merapi yang asal muasalnya adalah seseorang dari Keraton.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Eyang Sapu Jagad sendiri pada mulanya juga seorang manusia biasa, pekerjaannya sebagai juru di taman keraton.

Kisahnya, juru taman tersebut di beri ‘ndok jagat’ atau telur dunia oleh Panembahan Senopati.

Adapun telur itu sendiri pemberian dari Nyi Rori Kidul, penguasa alam gaib di kawasan panatai selatan Tanah jawa.

Kemudian Penembahan Senopati menyuruh juru taman tersebut untuk memakan ndok jagat atau telur jagat pemberian dari Nyi Roro Kidul tadi.

Dan ternyata, yang terjadi pada juru taman setelah makan telur jagat adalah berubah menjadi seorang raksasa besar yang berwajah menyeramkan. Sehingga membuat geger keraton Mataram saat itu.

Lantaran wujudnya berubah menjadi seorang raksasa yang menakutkan, juru taman tersebut memprotes tindakan Panembahan Senopati yang menyuruhnya untuk makan telur.

“Mengapa saya berubah menjadi begini ?” protes juru taman dengan nada tidak menerima akan hal itu.

Kemudian Panembahan Senopati menegaskan supaya mengikhlaskan apa yang telah terjadi padanya saat ini.

“Ya sudah ini tidak apa-apa, sudah takdir dari Tuhan, maka dari itu kamu saya beri tugas untuk menjaga Merapi, dan kamu sendiri tempatnya ada di Gunung Merapi,” ujar Penembahan Senopati.

Kemudian setiap apa yang dibutuhkan oleh raksasa tersebut, Panembahan Senopati akan mengirimya.

Dari situlah, menyebabkan asal usul dari ‘Labuhan Gunung Merapi’, yang dilestarikan hingga saat ini, yakni sebagai wujud kiriman untuk Eyang Sapu Jagad, penunggu Gunung Merapi. (*)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less