Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Soal Video Viral Siswa di Magelang Hancurkan Lipstik, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Soal Video Viral Siswa di Magelang Hancurkan Lipstik, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

  • calendar_month Jum, 8 Des 2023

BNews—MAGELANG— Pihak SMK Citra Medika Kota Magelang menanggapi terkait video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa menghancurkan lipstik.

Kepala SMK Citra Medika Kota Magelang, Veronica Rani menyebut bahwa lipstik yang dihancurkan itu merupakan hasil razia. Dia pun menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

”Kronologinya, pada awalnya sekolah punya aturan. Yang namanya aturan itu harus ditaati seluruh siswa. Aturan itu juga sudah kita sosialisasikan. Salah satu aturannya itu adalah tidak boleh ber make up berlebihan di sekolah,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2023).

Dia memaparkan, setiap pagi saat para siswa masuk sekolah, ada satgas dan guru piket yang berada di depan untuk penyambutan siswa dan pengecekan dari ujung kaki sampai dengan ujung kepala.

”Tidak hanya make up saja, terkait aturan bersepatu, pakai ciput, rambut harus rapi, seragam harus rapi dan lainnya sebagai terkait atribut sekolah harus komplet. Siswa itu tidak boleh berdandan berlebihan, tapi beberapa kali ada siswa tidak mengindahkan aturan tersebut,” paparnya.

Hal itu membuat pihak sekolah kemudian memberikan teguran kepada siswa yang dirasa menyalahi aturan. ”Kadang dikumpulkan (siswa). Kadang juga ditegur, ‘nduk, itu lipstikmu terlalu tebal, alismu terlalu tebal. Dihapus dulu’. Itu (teguran) setiap pagi kita selalu seperti itu, tapi besoknya diulangi lagi,” jelas Veronica.

Karena siswa mengulangi hal serupa, kata Veronica, akhirnya pihak sekolah mengumpulkan siswa yang dirasa menyalahi aturan dan memberikan pembinaan.

”Boleh bawa make up tetapi yang (warna) natural. Kalau itu berlebihan maka tidak diizinkan. (Siswa) bilangnya ‘iya’. (Tapi) beberapa hari setelahnya kok masih saja melanggar. Kemudian kita sepakat untuk razia,” imbuhnya.

“Kita razia ke semua kelas. Kita tidak mengambil semua make up yang mereka bawa. Yang kita ambil adalah make up yang memiliki warna berlebihan atau tidak sesuai kategori. Misalnya lipstik terlalu merah, pensil alis terlalu berlebihan,” sambungnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Kemudian pihak sekolah memberi waktu dua hari bagi para siswa untuk mengambil make up yang dirazia tersebut. ”Ada yang mengambil, ada yang tidak. Kita sudah kesepakatan, yang tidak diambil boleh dihancurkan,” ujar Veronica.

Lanjut Veronica, di sekolah ada beauty class. Siswa di SMK Citra Medika yang harapannya menjadi tenaga kesehatan (nakes), pihak sekolah mengajarkan agar para siswa berpenampilan menarik atau good looking.

”Tapi good looking bukan berarti berdandan menor dan itu sudah ada standarnya. Yang kita hancurkan itu yang tidak sesuai aturan sekolah,” lanjutnya.

Tambahnya, penghancuran tersebut dilakukan pada Senin (13/11/2023) lalu. Saat itu pun disaksikan seluruh siswa.

”Kita sudah memberikan sosialisasi, teguran dan lain sebagainya. Di situ karena sudah kesepakatannya, dua hari tidak diambil akhirnya kita hancurkan di depan para siswa. (Setelah dihancurkan) Saya lihat anak-anak dari keseharian datang, ada perubahan sangat signifikan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, viral video yang memperlihatkan sejumlah siswa SMK ramai-ramai menghancurkan lipstik viral di media sosial.

Video tersebut salah satunya diunggah akun instagram @ndagel.crew. Adapun video itu saat ini sudah dilihat oleh ratusan ribu netizen.

Terlihat sekelompok siswa mengumpulkan lipstik di atas kain putih yang dibentangkan. Kemudian mereka ramai-ramai menghancurkannya menggunakan paving.

“Nyesek ora mbak? 🥺🥺, S:vt/itsvemel,” tulis akun tersebut.

Sampai Kamis malam (7/12/2023) video tersebut sudah ditonton 12,5 ribu kali. Dan dikomentari 1121 netizen serta dibagikan 400 kali lebih.

Usut punya usut hasil penulusuran Borobudurnews.com, video tersebut terjadi di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Kota Magelang.

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less