Sopir Truk Asal Kendal di Sweping, Dilarang Masuk Magelang

BNews-MUNTILAN- Konflik antara sopir truk asal Kendal dan Magelang berbuntut panjang. Setelah awak truk aal Magelang dilarang masuk Kendal kini dilakukan aksi balasan.

 

Komunitas Merapi Trans Communit (MTC) siang tadi melakukan sweeping truk asal Kendal di Jeruk Agung Srumbung dan Bambu Runcing Muntilan pagi tadi (4/9). Aksi itu akan terus berlanjut.

Salah satu sopir truk asal Srumbung Anang, 25 menerangkan sudah semingguan ini truk truk bermuatan pasir merapi dari Srumbung dicegat di tiga titik wilayah mau masuk Kabupaten Kendal.

”Saya dan beberapa rekan sopir lainnya dicegat didaerah Mangglong perbatasan Semarang-kendal, Jalan Alteri dan Weleri agar tidak membongkar muatan di wilayah Kendal oleh oknum sopi-sopir truk asal kendal,” katanya.

“Mereka bilang katanya untuk pengstabilan harga pasir merapi di Kendal ya dari pada ribut kami bongkar di depa atau toko material sebelum masuk Kendal dengan harga yang merugikan kita,”imbuhnya.

Aksi diikuti oleh puluhan orang sopir truk asal Srumbung ini dijaga ketat oleh pihak Kepolisian. “Kami hanya melakukan aksi balasan atau respon yang dilakukan oknum sopir-sopir asal Kendal kepada rekan-rekan kami saja,” ungkap Koordinator Lapangan Sukir.

“Mereka di Kendal meminta agar Truck dari Magelang menjual pasir seharga Rp. 2.100.000 dengan muatan 7 M2 (7 Kubik) sedangkan Truck dari Magelang hanya mampu membawa pasir ke wilayah Kendal dengan muatan 6 M2 (6 Kubik) seharga Rp. 1.900.000,” paparnya disela-sela melakukan aksi sweping ini.

“Pokoknya hari ini semua truk asal kendal yang bermuatan pasir merapi harus diturunkan muatannya di Magelang entah mau dijual ke depo atau mana yang penting mereka pulang ke Kendal tidak membawa pasir dari Merapi,”imbuhnya.

Namun proses sweping ini tidak berlangsung lama. Pihak Kepolisian langsung membubarkan aksi sweping ini karena mereka tidak berhak. “ Ya ini harus dibubarkan karena tidak boleh masyarakat ataupun komunitas melakukan sweping seenaknya saja itu menurut peraturan perundang-undangan,” ungkap Kapolsek Muntilan Mudianto saat ikut dalam proses pengamanan ini. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: