Breaking News
light_mode
Beranda » Tag "Sesajen"

Sesajen

Sesajen bali

Nekat Curi Uang Di Sesajen Demi Bayar SPP, Seorang Siswi Dibebaskan Polisi

  • 0Komentar

BNews–NASIONAL-– Seorang siswi SMK berinisial NKE, 16 di Bali terpaksa curi uang di sesajen. Namun polisi bakal membebaskannya. Diketahui siswi SMK berinisial NKE (16) di Bali yang kedapatan mencuri uang di sesajen tersebut bukan tanpa alasan. Ia nekat melakukannya demi bisa membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah. Kapolsek Tegalalang AKP I Ketut Sudita mengatakan pihaknya […]

LEMPAR: Pria yang membuang sesajen berinisial HF. (gambar: ist)

Viral Surat Pemecatan Ustad Pembuang Sesajen dari Ponpes Magelang

  • 0Komentar

BNews—MAGELANG— Pria buang sesajen disebutkan telah dipecat sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Magelang.  Sebelumnya, pria ini terus dicari lantaran membuang sesajen di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Kabar terbaru menyebutkan bahwa pria yang buang sesajen itu telah dipecat. Surat pemecatan pria ini beredar di media sosial. Foto surat pemecatan dari sebuah […]

PENCARIAN: Pria yang membuang sesajen berinisial HF. (gambar: ist)

TERUNGKAP, Pria Buang Sesajen di Semeru Pernah Ngajar di Ponpes Magelang

  • 0Komentar

BNews—SAWANGAN— Polisi saat ini masih memburu HF, pria yang viral karena membuang sesajen di sekitar lokasi erupsi Gunung Semeru. Pria yang disebut-sebut warga NTB tersebut ternyata pernah mengajar di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Magelang. ”Betul bahwa kalau memang yang disangkakan adalah inisial HF. Betul orang itu, yang bersangkutan betul pernah mengajar di pesantren ini,” […]

Peristiwa Sesajen Ditendang di Gunung Semeru, Taj Yasin: Ajaran Ponpes Tak Seperti Itu

Peristiwa Sesajen Ditendang di Gunung Semeru, Taj Yasin: Ajaran Ponpes Tak Seperti Itu

  • 0Komentar

BNews—JATENG— Peristiwa ditendangnya sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang Jawa Timur oleh seorang pria belum lama ini, disayangkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Menurutnya, itu merupakan sikap tidak menghormati perbedaan dalam berkeyakinan. “Ajaran di pondok pesantren selama ini tidak ada yang seperti itu. Kita saling menghormati. Kita berjalan bersama,” […]

expand_less