Takut Terpapar Covid-19, Pemakaman Jenazah Prajurit TNI Ditolak Warga

BNews—JOGJAKARTA— Oknum warga di Padukuhan Trenggono Lor, Kalurahan Sidorejo, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul menolak pemakaman warga yang terpapar Covid-19. Aksi ini dilakukan karena warga di sekitar makam takut terpapar virus corona.

Berdasarkan keterangan warga setempat, Sudiro, warga yang diketahui berinisial SU merupakan pensiunan TNI. Almarhum diakui memang warga kelahiran Sidorejo.

Namun, demikian almarhum sudah memiliki tempat tinggal di Kalurahan Ngeposari, Semanu.’Awalnya memang mau dimakamkan di dusun ini. Namun warga takut karena terkena Covid-19,” ungkapnya, Jumat (11/6).

”Nah, tadi sedikit ada kesalahpahaman jadi akhirnya melakukan mediasi dan pindah ke desa lain,” sambungnya.

Semula, warga bisa menerima. Akan tetapi, pemilik liang lahat tiba-tiba menolak lantaran takut Covid-19.  Warga lainnya akhirnya ikut menolak.

”Begitu tahu kena Covid-19 akhirnya menolak,” tegasnya. Namun demikian, sudah dilakukan mediasi bersama dan proses pemakaman berjalan lancar di Kalurahan Ngeposari, Semanu.

Sementara itu, Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengakui adanya pemindahan lokasi pemakaman. PMI Gunungkidul sebagai pihak yang dimintai bantuan pemakaman standar protokol Covid-19 awalnya menerima permohonan pemakaman di Dusun Trenggono Lor.

”Namun beberapa jam kemudian ada perubahan lokasi. Kami tidak tahu alasan apa yang jelas kami diminta membantu, ya, kami dilaksanakan,” terangnya.

Lebih jauh, Iswandoyo tidak mau berkomentar banyak mengenai alasan pemindahan lokasi tersebut. Yang pasti, semua berhasil dijalankan sesuai protokol.

”Tadi kita bawa pasien inisial SU, usia 60 tahun yang meninggal di RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta dengan keterangan terkonfirmasi Covid-19,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: