Tegel Motif Asli Magelang Ini Banyak Diminati, Tingkatkan Nilai Klasik Bangunan

BNews–MUNTILAN– Saat ini banyak bangunan rumah ataupun gedung perkantoran  menggunakan desain klasik. Dimana salah satu ornamen dalam bangunan klasik tersebut tidak lepas dari jenis dan bentuk lantainya.

Bangunan yang memadukan dengan klasik tersebut biasanya lantainya dibuat dari “tegel” bukan keramik seperti umumnya saat ini. Dimana keramik adalah lapisan untuk lantai keluaran pabrik dan sering dipakai untuk bangunan modern saat ini.

Oleh karena itu, salah satu pengusahan Tegel di Magelang ini terus menekuni usahanya. Sudah selama 10 tahun pengusaha ini tekun di dunia tegel, dan berinovasi dengan tegel variasi motif.

“Kan zaman dahulu tegel ini digunakan untuk lantai rumah dan warnanya hanya polos abu-abu. Dan sekarang inovasi saya membuat tegel dengan banyak variasi motif. Kebanyak batik atau ukiran klasik,” ungkap Winarno pengusaha Tegel yang berlokasi di Ponggol, Tamanagung, Muntilan (15/6/2021).

Winarno yang merupakan warga asli Ngampel Sengi Dukun Magelang, saat ini berdomisili di Perum Pesona Kayangan Babadan Jumoyo, Salam. Namun membuka usahanya di Ponggol Tamangagung Muntilan Kabupaten Magelang.

Dintanya soal banyak permintaan tegel motif dan tegel jenis lainnya, Ia menyampaikan saat pandemi ini justru tinggi. Apalagi dengan motif batik yang kental dengan unsur seni budaya jawanya.

“Tegel motif yang sedang naik daun, karena mampu meningkatkan pamor ruangan. Tidak harus rumah bertema clasic, jadul atau rumah era kolonial. Tetapi rumah dengan tema modern minimalis pun cocok menerapkan lantai tegel motif, yang jelas tampil beda dan elegan,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bahkan untuk pemesannya, lanjut Winarno saat ini banyak dari kalangan pejabat, akademisi dan para kontraktor luar kota. “Ini banyak yang pesan dari Jakarta, Semarang, Klaten dan banya lagi. Cuman prosesnya tidak bisa cepat karena ini benar-benar handmade (buatan tangan) langsung,” ujarnya.

Ditanya soal harga, Winarno menjelaskan lebih mahal daripada keramik keluaran pabrik saat ini. Selain proses yang lama karena handmade, soal kualitas, ketahanan, dan motif lebih unggul.

Winarno produsen Tegel di Magelang
Winarno produsen Tegel di Magelang

“Kalau polos kita kisaran Rp 125 ribu setiap meter persegi. Sedangkan motif kisaran mulai Rp 250-300 ribu tiap meter perseginya. Itu belum termasuk biaya kirim. Dan satu meter itu ada 25 tegel dengan ukuran standar 20×20 cm,” jelas Winarno yang kini sudah memiliki 18 karyawan di pabriknya.

Ia juga mengungkapka kenapa proses lama, karena memang murni buatan tangan dengan lima alat cetak. “Jadi bikinnya itu setiap alat cetak cuman dari satu satu tegel saja, hal itu juga soal pewarnaan motf. Rata-rata satu alat atau satu pegawai dalam satu hari cuman bisa produksi 3 meter persegi atau 75 tegel motif,” paparnya.

Ia berharap dengan pasaran tegel motf yang semakin meningkat ini juga bisa menjaga soal seni budaya Indonesia. “Jadi motif ini memang murni soal seni dan budaya, tidak semata mata bisnis tegel saja,” harapnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: