Terkait Pedagangan Daging Anjing Untuk Konsumsi, Ini Kata Disnakkeswan Jateng

BNews—JATENG— Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan penegakan hukum. Terkait perdagangan anjing untuk konsumsi di wilayah Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disnakkeswan Provinsi Jateng, Lalu Muhamad Syafriadi. Ketika dirinya menjadi salah satu pembicara seminar nasional virtual atau webinar.

Webinar tersebut bertema Pentingnya Aturan Hukum untuk Mengakhiri Perdagangan Daging Anjing di Indonesia, Sabtu (6/3/2021). Dalam kesempatan itu, Lalu juga mengatakan tentang risiko ancaman wabah penyakit Rabies akibat perdagangan daging anjing di Jateng.

“Law enforcement (penegakan hukum) kami akan melakukan itu dalam waktu dekat. Karena kalau hanya surat edaran tidak akan jera. Tetapi ketika ada penerapan hukum ya tidak bisa sporadis. Lebih baik masif. Saya pikir itu akan cepat selesai,” ujarnya. Dilansir BorobudurNews dari Solopos.

Lebih lanjut, Lalu mengatakan bahwa aturan yang dibuat pemerintah sudah menyebut sanksi pelanggaran. Maka selanjutnya yang perlu dilakukan bagaimana penegakan hukum itu diterapkan secara halus.

Dia pun mencontohkan peraturan yang dikeluarkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Yakni Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 74 Tahun 2019 tentang Pengawasan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Rumah Potong Hewan dan Penjualan Produk Daging dari Hewan.

“Bupati Karanganyar, satu-satunya yang mengeluarkan larangan itu. Membebaskan wilayah Karanganyar dari penjualan, pemotongan anjing. Bahkan memberikan uang ganti agar penjual daging anjing tutup dan beralih usaha,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: