Ternyata Youtuber Terkaya Sedunia Adalah Seorang Anak 9 Tahun

BNews–NASIONAL-– Tahukah kalian YouTuber terkaya sedunia pada tahun 2020. Dan ternyata ia adalah akan yang masih muda dan berusia 9 tahun yang suka menunjukan aksinya di youtube.

Anak itu bernama  Ryan Kaji, bocah laki-laki asal Texas, Amerika Serikat, yang tahun lalu meraup pendapatan hampir 30 juta dollar AS (Rp 434,2 miliar) dari kanal YouTube-nya.

Tema utama videonya adalah unboxing dan review mainan serta game di YouTube.

The Guardian pada 18 Desember 2020 mewartakan, Ryan Kaji menyabet gelar YouTuber dengan penghasilan tertinggi sedunia selama tiga tahun beruntun.

Ryan’s World, nama kanal YouTube-nya, tahun lalu menghasilkan uang 29,5 juta dollar AS (Rp 426,8 miliar).

Dia juga memiliki produk dan pakaian dengan merek sama seperti akun YouTube-nya, yang diperkirakan memiliki profit 200 juta dollar AS (Rp 2,89 triliun).

Bocah kelahiran 6 Oktober 2011 ini pun meneken kesepakatan dengan Nickelodeon, tetapi nilai kontraknya tidak dipublikasikan.

Berkat popularitas Ryan, pihak keluarga mengubah nama belakang asli mereka dari yang semula Guan menjadi Kaji.

Awal mula jadi YouTuber

Influencer anak-anak ini mulai terjun ke YouTube pada Maret 2015 setelah menonton kanal review mainan. Ryan lalu bertanya ke ibunya, “Kenapa aku tidak ada di YouTube tapi semua anak lain ada?”

Keluarganya sekarang menjalankan sembilan kanal YouTube, dengan Ryan’s World adalah yang terpopuler memiliki 30 juta subscribers dan total 47,7 miliar views hingga Senin (5/7/2021).

Video Ryan Kaji yang paling populer, Huge Eggs Surprise Toys Challenge, mendapat lebih dari 2 miliar views; dan menjadikannya salah satu dari 60 video yang paling banyak ditonton di YouTube.

Akhir tahun lalu Ryan Kaji dan keluarganya terancam diselidiki Komisi Perdagangan Federal AS, atas tuduhan nilai iklan video yang tidak dilaporkan dengan benar.

“Hampir 9 persen dari video Ryan ToysReview menyertakan setidaknya satu rekomendasi produk berbayar yang ditujukan untuk anak-anak prasekolah; kelompok yang terlalu muda untuk membedakan antara iklan dan ulasan,” menurut pengawas konsumen, Truth In Advertising. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: