Tersesat 20 Hari di Gunung Balease, ini Cerita Tiga Pendaki Asal Tasikmalaya
- calendar_month Sen, 2 Des 2024

3 pendaki yang tersesat di Gunung Balease selama 20 hari
Rangkaian hambatan itu, membuat mereka baru sampai puncak di hari ke 14. Di saat itu pula Tantan dan timnya mulai menerapkan banyak strategi bertahan hidup, mulai dari mengelola perbekalan hingga mengerahkan kemampuan navigasi, hingga memecah tim.
“Kalau bekal, sampai kami bertemu tim SAR juga masih ada. Jadi di ROP (rencana operasi perjalanan) kami bawa bekal untuk 10 hari, tapi kami tambah safety factor 60 persen. Setelah sadar kami terlambat, bekal dikelola, diawet-awetlah,” kata Tantan.
Tim juga sempat berpisah, Tantan terpisah sendirian di belakang, sementara Yudiana dan Maman bergerak lebih dulu dengan meninggalkan jejak petunjuk bagi Tantan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi bertahan hidup, karena saat itu pergerakan Tantan melambat karena mengalami cedera kaki.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Berpisah itu bagian dari strategi, juga karena kebiasaan saya merayap, kaki saya juga memang mengalami cedera. Jadi kalau teman lain ikut pola saya kasihan. Kita punya kemampuan survival dan navigasi, malah kalau sendiri itu saya lebih menikmati,” kata Tantan.
Posisi Maman dan Yudi, dengan Tantan terpaut sekitar 15 jam. “Maman dan Yudi bertemu tim SAR jam 4 sore, kalau saya bertemu besoknya jam 8 pagi,” kata Tantan.
Ketiga pendaki ini mengaku tak menyangka jika apa yang dilakoninya telah mendapat perhatian banyak pihak.
“Kami tak menyangka akan seviral ini, tapi kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan bantuan, kami juga meminta maaf atas semua kesalahan, tidak ada maksud kami menimbulkan keresahan,” kata Tantan.
Ketiga pendaki senior ini pun mengaku tidak kapok, bahkan mereka tengah merancang kembali ekspedisi atau pendakian ke wilayah Aceh.
“Ya nggak kapoklah, tahun depan kita ke Aceh,” kata Tantan. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar