Perpustakaan Tak Lagi Sekadar Tempat Baca, Dispuspa Magelang Siapkan Konsep Warung Literasi
- calendar_month 29 menit yang lalu

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin saat memimpin Rakor menyusun rancangan inovasi daerah
BNews-MAGELANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspa) Kabupaten Magelang mulai menyusun rancangan inovasi daerah yang difokuskan pada peningkatan budaya literasi masyarakat, penguatan layanan perpustakaan berbasis digital, hingga pengamanan arsip di wilayah rawan bencana.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rancangan Inovasi Daerah Dispuspa Kabupaten Magelang yang digelar di Ruang Rapat Dispuspa Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur DPRD Kabupaten Magelang, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, komunitas literasi, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga perwakilan kecamatan.
Plt Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, Arif Budi Prasetyo, mengatakan penyusunan inovasi daerah merupakan tindak lanjut arahan Bupati Magelang agar setiap perangkat daerah mampu menghadirkan program yang lebih inovatif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Dispuspa terus berupaya menjaga fungsi perpustakaan maupun kearsipan agar tetap berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
“Bupati menginginkan kegiatan yang seperti biasanya, dan disini kami tetap berusaha menyelamatkan yang ada baik di kearsipan dan buku buku perpustakaan, dan gedung ini juga sudah sering jadi seperti badan usaha, pelatihan pelatihan,” ujarnya.
Arif berharap berbagai masukan dari peserta rapat dapat menjadi bahan penyempurnaan rancangan inovasi yang sedang disusun.
“Kami mohon dari DPRD memberikan arahan. Harapan kedepan ada hal-hal yang bisa kami lakukan berbeda dari biasanya. Kami harap masukannya kepada hadirin dan akan kami catat serta akan kami kaji dan sesuaikan dengan program kerja kami,” katanya.
DPRD Dorong Inovasi Dukung Peningkatan IPM
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang dari Fraksi PKS, Dalami Nur Shidig, menilai inovasi yang disusun Dispuspa perlu mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Magelang.
Menurutnya, peningkatan IPM tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Magelang seperti bantuan seragam sekolah gratis, dukungan bagi sekolah swasta melalui pengajuan proposal, program sarjana di setiap desa, hingga pemberdayaan UMKM melalui program Blonjo Warung Tonggo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
DPRD Soroti Rendahnya Minat Baca dan Digitalisasi Arsip
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang, Ma’ruf, mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi Dispuspa, khususnya pada bidang perpustakaan.
Menurutnya, minat baca masyarakat Kabupaten Magelang masih belum optimal dengan tingkat baca yang masih berada di kisaran lima persen. Selain itu, kunjungan perpustakaan juga masih fluktuatif.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya koleksi perpustakaan digital, layanan yang belum sepenuhnya berbasis digital, serta belum meratanya jangkauan layanan perpustakaan hingga ke desa-desa.
Ma’ruf mendorong agar jumlah armada perpustakaan keliling yang saat ini hanya empat unit dapat ditambah melalui pengajuan anggaran baru.
Selain itu, ia meminta jadwal layanan perpustakaan keliling benar-benar dijalankan secara rutin agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Perpus keliling hanya 4 mobil. Silahkan ajukan anggaran tambah. Dan maksimalkan dijadwal perpus keliling secara rutin. Agar tidak mubadzir, jangan program saja tapi jalankan,” ujarnya.
Pada bidang kearsipan, Ma’ruf juga menilai digitalisasi arsip belum dilakukan secara menyeluruh. Selain keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan arsip di sejumlah perangkat daerah juga belum seragam.
Ia mencontohkan masih adanya perbedaan pengelolaan arsip di beberapa OPD sehingga perlu dilakukan standardisasi agar risiko kehilangan dokumen dapat diminimalkan.
Dispuspa Siapkan Tiga Inovasi Utama
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin, menjelaskan sedikitnya terdapat tiga inovasi utama yang sedang disiapkan dalam rancangan inovasi daerah.
Program pertama difokuskan pada peningkatan jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan, baik kunjungan langsung maupun melalui layanan digital.
Menurutnya, peningkatan tersebut akan dilakukan dengan menambah koleksi digital sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan.
“Yang satu itu bagaimana kita meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat. Baik ke perpustakaan, baik konvensional, hadir secara fisik ataupun digital,” katanya.
Program kedua adalah pengembangan titik baca digital melalui penguatan fitur website perpustakaan yang saat ini tengah dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang.
Ke depan, layanan tersebut akan diperluas secara bertahap ke seluruh kecamatan sehingga masyarakat dapat mengakses koleksi perpustakaan secara lebih mudah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Nanti itu menjadi sebuah pojok baca kita di setiap kecamatan. Harapannya ke depan seperti itu. Memudahkan, menambah titik baca. Semua masyarakat bisa mengakses titik baca itu,” jelas Azis.
Ia menambahkan sistem tersebut juga akan terintegrasi dengan data kependudukan sehingga identitas pengguna dapat tercatat secara otomatis.
Arsip Daerah Rawan Bencana Mulai Didigitalisasi
Selain pengembangan layanan perpustakaan, Dispuspa juga mulai melakukan digitalisasi dokumen penting di kawasan rawan bencana.
Program tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Srumbung, Dukun, Kemalang hingga Sawangan yang memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana alam.
Menurut Azis, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penyelamatan arsip apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Perpustakaan Akan Dikembangkan Menjadi Warung Literasi
Selain tiga inovasi utama tersebut, Dispuspa juga tengah mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang publik melalui konsep Warung Literasi.
Konsep tersebut tidak hanya menjadikan perpustakaan sebagai tempat membaca atau meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang diskusi, seminar, forum sosial, hingga berbagai aktivitas literasi masyarakat.
“Kita baru menggarap, mengoptimalkan fungsi perpustakaan. Tidak hanya sebagai tempat membaca pinjam buku, tapi menjadi sebuah tempat yang memberikan ruang untuk masyarakat untuk bereksplorasi terhadap semua kegiatan positif masyarakat Magelang, yaitu dengan warung literasi,” pungkas Azis.
Melalui penyusunan rancangan inovasi daerah ini, Dispuspa Kabupaten Magelang berharap mampu menghadirkan layanan perpustakaan dan kearsipan yang lebih modern, inklusif, serta mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Magelang. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar