Mengacu Perpres 111/2025, Ahmad Luthfi Perkuat Pencegahan LGBT di Jawa Tengah
- calendar_month 32 menit yang lalu

Ahmad Luthfi Dukung Pencegahan LGBT Lewat Edukasi dan Layanan Konseling
BNews-JATENG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam upaya pencegahan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayah Jawa Tengah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan edukasi sejak dini, layanan konseling, serta langkah-langkah pencegahan yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD).
Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 yang mencantumkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter.
Ahmad Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menginstruksikan dinas terkait untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan, terutama melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
“Dinas terkait kita perintahkan untuk betul-betul melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan. Jadi pencegahan itu harus sejak dari dini,” kata Luthfi seusai rapat paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Semarang, Rabu (8/7/2026).
Pemprov Jateng Optimalkan Edukasi dan Konseling
Menurut Luthfi, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui edukasi di lingkungan sekolah, tetapi juga dengan memperkuat layanan pendampingan psikologis bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki layanan konsultasi psikologi gratis yang dapat diakses secara daring melalui aplikasi LOGIS. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan psikologis maupun perilaku berisiko.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Dinas kita punya terobosan kreatif yaitu aplikasi LOGIS. Jadi konsultasi gratis. Ini kita gunakan di tiga kabupaten/kota, bisa konsultasi lewat online, termasuk perilaku menyimpang LGBT juga bisa kita gunakan di sana,” ujarnya.
Fokus Pencegahan Sejak Dini
Ahmad Luthfi menegaskan, pendekatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan lebih difokuskan pada upaya pencegahan melalui edukasi,;pendampingan, dan layanan konseling agar berbagai persoalan dapat ditangani sejak dini.
Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah diharapkan mampu memperkuat langkah preventif sehingga program yang dijalankan; dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar