TERUNGKAP !! Pemasok Bahan Baku Obat Petasan yang Meledak di Kaliangkrik Ditangkap

BNews–MAGELANG– Kasus ledakan yang terjadi di Dusun Junjungan, Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang terus berkembang. Dimana kejadian pada 26 Maret 2023 membuat satu orang meninggal dunia atas nama Mufid, 33, dan 11 rumah rusak.

Perkembangan kasus tersebut antara lain yakni ditangkapnya sumber obat petasan yang menjadi penyebab ledakan di Kaliangkrik tersebut. Seorang pria berinisial NW, 44, warga Desa Dlimas Tegalrejo Magelang diamankan jajaran Polresta Magelang (27/3/2023) sekitar pukul 02.30 wib.

“Tersangka ini sebagai seorang yang pernah menyuplai dan atau menjual bahan baku pembuat obat mercon kepada korban Mufid. Transaksi terjadi sekira pada tanggal 12 Februari 2023 sebanyak 7,5 Kg antara lain Potasium, Belerang dan Alumunium Powder (Brom),” kata Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono, saat Konferensi Pers, Selasa (28/03/2023).

Dikatakan Kapolresta Magelang, bahwa Tersangka mendapatkan bahan-bahan baku pembuat obat mercon tersebut dari membeli dengan cara COD; yakni dengan seorang yang mengaku bertempat tinggal di Semarang.

Selain menjual bahan baku, tersangka juga meracik menjadi bahan peledak jenis obat mercon jadi.

Tersangka melakukan tindak pidana dengan membeli bahan-bahan baku melalui nomor HP yang tertera di akun Facebook penjual mercon; kemudian transaksi dengan cara COD.

Selanjutnya meracik bahan-bahan baku menjadi bahan peledak jenis obat mercon siap pakai atau apabila ada orang yang mau meracik sendiri dapat membeli bahan baku dari Tersangka.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Obat mercon jadi itu kemudian Tersangka menjualnya kepada orang/pembeli lainnya. Dari hasil racikan bahan peledak tersebut Tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp 30.000 per kilogramnya,” lanjut Kapolres.

Dari Tersangka Satrekrim Polresta Magelang berhasil menyita antara lain 79 lembar sumbu mercon, 160 lembar kertas warna putih bahan sumbu mercon; 20 bungkus belerang seberat total sekitar 11 Kg.

Selain itu ada 15 bungkus Potasium seberat total sekitar 15 Kg, 2 bungkus obat mercon jadi dengan total sekitar 1,5 Kg; dan 2 bungkus Brom dengan berat total sekitar 800 gram. Serta 103 selongsong petasan dan benda-benda lain.

“Tersangka melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1 ayat (1), dengan ancaman penjara 20 tahun,” jelasnya.

“Masyarakat untuk aktif berperan serta memelihara Kamtibmas. Apabila mengetahui atau mempunyai informasi; terkait aktivitas orang yang membuat atau memperjualbelikan bahan peledak jenis obat mercon; atau bahan peledak lainnya untuk segera melaporkan kepada petugas kepolisian,” tegasnya.

Selain itu, saat ditanya status korban ledakan di Kaliangkrik karena menyimpan atau memiliki bahan obat petasan; Kapolresta Magelang mengatakan menjadi tersangka. “Namun korban ini meninggal dunia sehingga kasus dihentikan,” pungkasnya.

Sementara, NW saat ditanya wartawan mengaku sudah membuat obat petasan sejak tahun 2012. “Saya belajar dari youtube. Dulu sempat berhenti, namun kini terlilit utang jadi nekat membuat lagi,” katanya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!