Tidak Terima Dimakamkan Secara Protokol Covid, Anggota Keluarga Pukul Petugas Pemakaman

BNews–NASIONAL– Viral pemukulan anggota keluarga kepada petugas pemakaman pasien Covid-19 di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) (20/7/2020). Dan diketahui lokasi tersebut berada di TPU Islam kilometer 12 Jalan Tjilik Riwut Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah.

Diketahui saat itu beberapa petugas pemulasaraan dari MDMC Kota Palangka Raya dipukul keluarga suspect COVID-19 yang meninggal dunia. Kejadian itu saat almarhum hendak dikebumikan di TPU tersebut.


Ketua MDMC Kota Palangka Raya, Aprie Husin Rahu, mengatakan kejadian bermula saat pihaknya yang menjadi bagian dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya selesai memasukkan peti jenazah keliang lahat dan mulai melakukan penimbunan.

“Pada proses pemulasaraan ada 10 anggota MDMC satu pegawai Diskominfo Kota Palangka Raya, petugas pemakaman dan sekitar 30 anggota keluarga almarhum. Saat peti berisi jenazah dimasukkan dan liang lahat mulai ditimbun petugas, ada oknum anggota keluarga yang menyatakan tidak terima keluarganya dimakamkan secara protokol COVID-19,” kata dia sat di  Mapolresta Palangka Raya, (21/7/2020).

Sementara Ketua DPRD Kalimantan Tengah Wiyatno mensesalkan adanya tindakan tersebut.


”Kasus pemukulan tersebut harapannya tidak terulang kembali dan harus menjadi pelajaran. Serta sekaligus evaluasi terhadap penanganan COVID-19 di provinsi ini,” katanya.

“Kami dari lembaga DPRD dan saya secara pribadi menyesalkan terjadinya pemukulan tersebut. Saya berharap aparat segera merespon kejadian tersebut dengan melakukan proses sebaik-baiknya,” tegasnya.

DOWNLOAD MUSIK MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Meski mensesalkan pemukulan tersebut, Dia mengingatkan sekaligus meminta pihak rumah sakit agar transparan.Tentunya terkait pasien  covid-19 yang meninggal dunia.

Dia mengatakan langkah yang dapat dilakukan pihak rumah sakit dengan menunjukan hasil swab kepada pasien dan keluarganya. Hal itu juga sebagai upaya menghindari adanya perselisihan antara pihak rumah sakit dan pasien beserta keluarganya.

“Kita meminta agar pihak rumah sakit segera mengeluarkan hasil swab. Ini agar tidak terjadi silang pendapat apakah korban meninggal karena covid atau karena penyakit lain,” ujarnya.

Sebagai upaya menjaga keamanan petugas pemakaman pasien COVID-19 yang meninggal, menyarankan agar agar dalam proses pemakaman, petugas pemakaman didampingi aparat kepolisian.

“Itu sebagai upaya mencegah kasus pemukulan atau insiden lainnya di lapangan” harapnya.

“Kejadian pemukulan yang viral terhadap petugas pemakaman ini, menjadi keprihatinan kita semua. Ini harus menjadi bahan evaluasi terhadap penanganan korban meninggal karena covid,” pungkasnya. (*/islh) 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: