Tidar Setia 93 Gelar Baksos Operasi Katarak di RST dr Soedjono Magelang, Diikuti Ratusan Peserta
- calendar_month Jum, 18 Agu 2023

Tidar Setia 93 menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak bertajuk "Seribu Mata Kembali Melihat" di RST dr Soedjono Magelang, 17-20 Agustus 2023. (foto: istimewa)
BNews—MAGELANG— Alumni Akmil 1993 (Tidar Setia 93) menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak bertajuk “Seribu Mata Kembali Melihat” di RST dr Soedjono Magelang pada 17-20 Agustus 2023.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono mengungkap bahwa peserta operasi katarak ini berasal dari wilayah Magelang dan sekitarnya.
”Banyak masyarakat yang menderita katarak. Bahkan, sudah sekian lama tidak tertangani. Dalam pelaksanaan kegiatan kami menggandeng A News Vision yang sudah sekitar 13 tahun berkecimpung dalam pelaksanaan operasi katarak gratis,” ungkapnya, Jumat (18/8/2023).
Ketua Tidar Setia 93 Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa bakti sosial ini dalam rangka ulang tahun pengabdian ke-30 tahun sekaligus merayakan HUT Ke-78 RI.
”Baksos ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang menderita katarak khususnya yang berada di wilayah Magelang dan sekitarnya. Karena kami dulu dilatih, dibentuk dan dibesarkan menjadi prajurit di Magelang maka bertepatan dengan 30 tahun pengabdian kami, digelar baksos operasi katarak di Magelang,” katanya.
Dia menyebut, ada lebih dari seribu warga yang di-screening namun yang memenuhi syarat untuk bisa dioperasi sebanyak 512 orang. Pada Kamis (17/8/2023), sudah ada 35 pasien yang melakukan operasi dan berjalan dengan baik. ”Beliau-beliau sudah bisa melihat,” ujarnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Sementara itu, Executive Director yayasan A New Vision Indonesia Elwi Jono menjelaskan bahwa penyakit katarak tidak selalu bisa terlihat secara kasat mata. Ada yang harus dicek menggunakan alat.
”Jadi para peserta diminta untuk membaca snellen chart. Jadi kalau misalkan mereka tidak bisa baca pada garis tertentu, itu berarti sudah masalah dan harus ke dokter,” jelasnya.
Dia menyebut, sebagian besar peserta yang mengikuti baksos operasi katarak ini masuk kategori katarak yang sudah parah.
Lanjut Elwi, beberapa penyebab katarak adalah faktor penuaan, faktor keturunan atau cedera mata. ”Rata-rata pasien adalah usia 50 tahun ke atas,” ungkapnya.
Salah satu penerima manfaat, Lasiyem (70), warga Mungkid, Kabupaten Magelang mengaku bahwa sebelumnya mata kanannya tidak bisa melihat sudah sekitar dua tahun. Usai dioperasi, kini sudah bisa melihat.
”Waktu mata kanan tidak bisa melihat, (aktivitas) jalan pakai tongkat. Jalannya cuma ke musala, sungai lewat pinggir-pinggir jalan,” ujar dia. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar