Tidur Di TKP Pengrusakan Rumah, Diamankan Polisi Karena Bawa Sabu di Magelang

BNews—MAGELANG—Seorang pria diamankan jajaran Polsek Magelang Utara karena kedapatan menyimpan barang diduga sabu. Diketahui dia berinisial JWT, 26, warga Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan menuturkan penangkapan bermula ketika JWT berada di TKP pengrusakan rumah milik RS di Kampung Sanggrahan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang dalam keadaan tidur di lantai ruang tamu. Setelah dibangunkan dan dilakukan pemeriksaan badan, ditemukan serbuk putih diduga sabu.

”Barang tersebut berada di bungkusan plastik klip kecil yang diselipkan dalam lipatan tiga lembar uang kertas lama,” kata Nugroho dalam ungkap kasus di Mapolres Magelang Kota, hari ini (16/7/2020).

Lanjut Nugroho, petugas pun langsung menanyakan terkait serbuk tersebut dan JWT mengaku bahwa barang itu adalah sabu. Kemudian pelaku dibawa ke Mapolsek Magelang Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.

”Barang bukti yang diamankan adalah satu dompet warna hitam, tiga uang kertas lama dengan pecahan Rp. 500, Rp. 1000, dan Rp. 5000. Kemudian serbuk putih didalam plastik klip kecil diduga sabu dengan berat 0,27 gram,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Magelang Utara Iptu Sudarsono menjelaskan, penangkapan JWT pada Selasa (30/6/2020) sekira pukul 10.30 WIB. Dari keterangan yang didapat, JWT mengaku membeli barang tersebut dengan harga Rp. 250 ribu per paket.

”Serbuk putih diduga sabu dengan berat 0,27 gram yang diamankan petugas adalah sisa dari pemakaian JWT sebelumnya yang dibelinya dengan harga Rp. 250 ribu,” jelasnya.

Menurut pengakuan, kata Sudarsono, pelaku mendapat barang haram tersebut dari temannya, warga Bayeman, yang saat ini masih dalam tahap pengejaran. Terkait jaringan narkoba, Sudarsono menyebut pihaknya masih terus melakukan investigasi.

”JWT mengaku, menggunakan barang itu pada tahun 2018 lalu, kemudian berhenti dan tahun ini kembali menggunakan. Sudah dua kali pada tahun ini. Terkait kasus ini, JWT tetap menjalani penahanan, namun kami ajukan untuk rehabilitasi di BNN,” imbuhnya.

Disinggung terkait kasus pengrusakan rumah milik RS sekaligus TKP penangkapan JWT, Sudarsono memaparkan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Sementara itu, untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, JWT dijerat pasal 112 Ayat 1 dan atau Pasal 127 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Download Musik Keren Disini

JWT terancam hukuman pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp. 800 miliar. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: