Tolak Dua Ruas Tol, Raja Jogja Hanya Sepakati Ruas Tol via Magelang

BNews—JOGJA—Sultan Hamengkubowono X masih menyatakan menolak rencana pemerintah membangun tiga ruas jalan tol menju Jogjakarta. Sultan beranggapan jalan itu akan mematikan ekonomi rakyat kecil.

Seperti dilansir radarnonstop, sultan menyatakan ragu-ragu dampak positf proyek tol bagi masyarakat menengah kebawah. Apalagi, akan ada tiga ruas jalan tol yang menuju Jogjakarta. Diantaranya Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan Solo-Jogja-Cilacap.

 “Saya belum sepakat karena risikonya terlalu besar,” kata Sultan di Pendopo Parasamya, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Minggu (16/6).

Sultan berkaca pada proyek Tol Trans Jawa yang berimbas pada ekonomi warga sekitar jalan Pantai Utara Jawa (Pantura). Setelah adanya tol, banyak usaha di Pantura merosot.

Loading...

“Saya tidak mau kalau rakyat saya (setelah adanya tol) ekonominya turun. Yang untung kan yang punya tol. Sekarang warga sekitar (yang dilintasi tol) ekonominya hidup atau mati?” ungkapnya.

Seperti diberitakan radarnonstop.co, Sultan sempat menolak ide pembangunan tol Jogja-Bawen tetapi kemudian menyetujuinya dengan sarat tidak memakan banyak lahan. Trase tol Jogja-Bawen kemudian ditetapkan melintasi Selokan Mataram di Ring Road barat hingga wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Sultan juga menolak tol Jogja-Solo karena khawatir akan menerabas dan merusak situs penting di kawasan Prambanan. Pemerintah Pusat kemudian menawarkan tol layang untuk mengatasi masalah ini. (internet/bn1)

1 Comment
  1. kodeliminal says

    isu tol terus me-Nusantara dimana-mana dari sabang sampai marauke…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: