Unik! Kalah Tawuran, Komplotan Geng Remaja di Jogja Malah Lapor Polisi

BNews—JOGJAKARTA— Sedikitnya enam orang agnggota geng pelajar di Jogjakarta diamankan polisi. Mereka ditangkap usai menerima laporan dari geng pelajar lain yang kalah tawuran.

Kasus unik ini kini ditangani Sat Reskrim Polresta Jogjakarta. Dimana, para pelaku dilaporkan geng lain yang merupakan lawan tawuran.

Kasat Reskrim Polresta Jogjakarta Kompol Riko Sanjaya mengatakan, para korban melapor setelah kalah tawuran dan dianiaya gerombolan pelaku. Sementara, polisi masih memburu empat anggota geng lainnya.

Para pelaku tawuran yang diamankan diantaranya; BP, 16, warga Banguntapan; AS, 16, warga Depok, Sleman; MP, 20, warga Banguntapan; AZ, 22, warga Depok, Sleman; AP, 24, warga Maguwoharjo, Sleman;AC, 17, warga Caturtunggal, Depok.

Menurut Riko, penangkapan pelaku ini berawal dari adanya laporan korban Derry, 17, warga Condongcatur, Depok. Korban dan teman-temannya melapor setelah kalah tawuran dari Geng Sorjem yang beranggotakan para pelaku. 

”Rombongan korban ini Geng BBC, karena kalah tawuran dengan geng pelaku, mereka lapor ke Polresta Jogjakarta. Pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing,” bebernya, Rabu (3/3).

Diungkapkan, peristiwa tawuran berawal saat korban Derry menantang salah seorang pelaku untuk mengajak tawuran pada awal Desember 2020 lalu. Kebetulan, kedua geng itu sudah lama bermusuhan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Tantangan itu pun disambut oleh para pelaku. Akhirnya Geng Sorjum dan Geng BBC sepakat tawuran.

Mereka janjian di sekitar Jalan Laksda Adisutjipto Gondokusuman. Setelah terjadi kesepakatan, kedua kelompok ini bertemu di Jalan Laksda Adisucipto, tepatnya depan sebuah hotel.

Selanjutnya, sebagian rombongan pelaku memancing korban di jalan dan sebagian bersembunyi di gang. Saat rombongan korban yakni Geng BBC melintas, para pelaku yang bersembunyi di gang keluar dan langsung menyerang rombongan korban.

Karena kalah jumlah, rombongan korban lantas berusaha melarikan diri ke arah barat. Rombongan pelaku mengejar. Salah satu pelaku menyabetkan gergaji mengenai tangan korban.

Sedang korban lainnya yang juga anggota Geng BBC, DR, 17), warga Maguwoharjo juga mengalami luka putus otot pada bagian jarinya. Setelah melakukan penganiayaan, rombongan pelaku ini kabur dan berkumpul di salah satu rumah.

Dalam perjalanannya, pelaku membuang senjata tajam yang digunakan untuk membacok ke selokan. Sementara sejumlah korban yang merupakan anggota Geng BBC dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

”Korban dan pelaku ini merupakan satu sekolah yang sama di Jogjakarta. Mereka sejak sebelumnya sudah mempunyai permasalahan. Ini perkelahian antargeng,” ungkapnya.

Tak terima kalah tawuran, korban melapor ke polisi. Anggota Polresta Jogjakarta kemudian merespons laporan itu. Setelah dilakukan penyelidikan selama tiga bulan, akhirnya petugas berhasil mengidentifikasi para pelaku penganiayaan.

Berbekal informasi itu, petugas lantas melakukan penangkapan terhadap enam orang pelaku penganiayaan. ”Dua pelaku masih bawah umur, empat lainnya sudah dewasa. Saat ini kita juga masih memburu empat orang pelaku yang berhasil melarikan diri,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: