UNIK !!! Wisata Alternatif Di Magelang Ini, Pengunjung Bisa Petik Sayur Langsung

BNews–MAGELANG-– Ada yang unik di wilayah  Dusun Bandongan Wetan, Desa Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini. Dimana di lokasi tersebut saat ini  jadi tempat wisata alternatif.

Dan kenapa dikatakan unik, meski jadi wisata alternatif, namun tidak mengenakan tarif kepada pengunjung. Bahkan, pengunjung diperkenankan memetik sayuran secara gratis dan diperbolehkan dibawa pulang.

Dusun Bandongan sempat viral di media karena secara rutin membagikan sayuran secara gratis kepada warga yang tengah menjalani isolasi mandiri maupun yang terdampak pandemi.

Dari viralnya di media tersebut, banyak waisatawan lokal yang penasaran dan berkunjung ke Dusun Bandongan. Tidak hanya puas menikmati hamparan tanaman sayuran, tapi juga pulang membawa sayuran segar yang dipetik secara langsung dan gratis.

Tidak hanya itu, kemurahan hati dan keramahan penduduk Dusun Bandongan membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati keindahan alamnya.

“Kami mengenal warga Desa Bandongan Wetan Ngablak ini saat warga setempat donasi sayur mayur hasil pertanian setempat ke berbagai daerah terdampak Covid-19 di Jawa Tengah,” kata Rugaya Renwarin, warga asal Salatiga saat berkunjung di Dusun Bandongan, Sabtu (11/9).

Menurut Rugaya, untuk menuju Dusun Bandongan Wetan, Ngablak, Kabupaten Magelang pun tidak terlalu sulit. Pasalnya, Dusun tersebut berada di tengah-tengah antara Kota Salatiga atau pun Kota Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Dari Pasar Ngablak menuju Dusun Bandongan Wetan sekitar satu kilometer,” ungkap tenaga pengajar di Kampus Islam, Salatiga itu.

Ngablak sendiri, berjarak sekitar 37 km dari Kota Mungkid, Ibu Kota Kabupaten Magelang ke arah timur laut.

Pusat pemerintahannya berada di Desa Ngablak. Kecamatan Ngablak terletak di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 1.370 mdpl.

Dengan jalan sedikit menurun, sambil menyusuri jalan beton dua arah usai melewati Lapangan Suro Krido, wisatawan yang datang akan langsung disuguhi tiga gunung sekaligus yakni Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo serta Gunung Andong.

“Dan jika beruntung, tak tertutup kabut mereka yang datang akan disuguhi ‘kecantikan’ puncak Gunung Merapi,” ucap mantan Wakapolres Salatiga ini.

Kepala Dusun (Kadus) Bandongan Wetan Hadi Sumarno menyebutkan, dengan 150 Kepala Keluarga (KK) total 600 jiwa Dusun Bandongan, Wetan seluruhnya berprofesi petani secara turun-temurun.

“Kami terbiasa menerima tamu yang ingin menikmati pemandangan pertanian. Warga kami terbuka menerima tamu yang ingin ikut petik sayur,” ucap Hadi Sumarno.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dengan luas lahan lebih dari 300 hektare lahan pertanian, petani setempat menerapkan sistem tanam tumpang sari.

“Sehingga, mereka ingin merasakan memetik apa saja sayur mayur yang diinginkan,” paparnya.

Kekayaan hati yang dimiliki warga Bandongan Wetan, Ngablak tidak berhenti sampah di situ saja. Bagi wisatawan yang menginginkan sayur-mayur hasil petik sendiri dapat membawa pulang tanpa harus mengeluarkan ongkos untuk dibayar.

“Keistimewaan warga Bandongan Wetan, Ngablak tidak akan menerima uang sebagai ganti sayur mayur yang kita petik. Mereka merasa apa yang dipetik bagian dari berbagi,” tambah Nur Syaefudin, seorang petani muda setempat.

Warga Dusun Bandongan Wetan, juga telah ditanamkan untuk berbagi dengan menyisihkan sekitar 20 persen pertanian bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Desa mendonasikan sayur mayur yang dimiliki kekayaan alam setempat. Donasi sayur ini sekaligus menanamkan rasa kebersamaan, membangun dan menyumbang,” imbuhnya. (*/hortikultura.sariagri)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: