UNIMMA Berikan Beasiswa S2 untuk Wisudawan Terbaik, Linda Rizky Tri Untari
- calendar_month Kam, 28 Agu 2025

Linda, wisudawan terbaik UNIMMA periode 84
BNews–MAGELANG– Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui pemberian beasiswa program Magister (S2).
Beasiswa tersebut diberikan kepada Linda Rizky Tri Untari, wisudawan terbaik dalam Wisuda ke-84 Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2024/2025.
Seremoni wisuda dilaksanakan di Auditorium Kampus 1 UNIMMA pada Kamis (28/8/2025) dengan penuh khidmat dan meriah.
Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., menyampaikan secara langsung penghargaan istimewa kepada Linda di hadapan para wisudawan.
“UNIMMA bangga memiliki lulusan seperti saudari Linda yang tidak hanya cemerlang secara akademik, namun juga membawa semangat perubahan, dedikasi, dan kontribusi nyata. Sebagai bentuk penghargaan, kami memberikan beasiswa S2 di Program Magister MPI tahun akademik 2025/2026,” ujarnya.
Linda merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), yang meraih IPK 3,98 dan ditetapkan sebagai wisudawan terbaik universitas.
Selain berprestasi secara akademik, Linda aktif berorganisasi, mengikuti berbagai kompetisi nasional hingga internasional, serta sempat menjadi penerima beasiswa selama studi S1.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Dalam pidato kesan dan pesan mewakili wisudawan, Linda menyampaikan rasa bangga dan syukur atas perjalanan yang ia lalui bersama UNIMMA.
“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari 35% pemuda Indonesia yang mendapat kesempatan kuliah, apalagi melalui jalur beasiswa. UNIMMA bukan hanya kampus, tapi rumah pembentukan karakter,” ungkapnya.
Linda juga berpesan bahwa gelar akademik bukanlah ukuran utama keberhasilan, melainkan manfaat nyata yang bisa diberikan kepada masyarakat.
“Ingatlah, ketika seorang sarjana kembali ke kampung halaman, keberhasilannya tidak diukur dari berapa biaya pendidikannya, megahnya bangunan kampus, atau besarnya nilai IPK. Sebaliknya, seorang sarjana sejati adalah mereka yang mampu memberikan manfaat, menginspirasi, dan menjunjung tinggi martabat, serta berkontribusi dan mengabdi pada masyarakat,” tuturnya.
Ia kemudian mengajak generasi muda agar berani tampil sebagai agen perubahan dan tidak hanya menjadi penonton.
“Anak muda jangan mau jadi rata-rata, hanya ada dua pilihan bagi kita semua, terus-terusan jadi penonton atau turun menjadi pemain. Dan kalau hanya ada satu orang anak muda di Indonesia, yang ingin ada perubahan ke arah yang lebih baik. Maka, mari kita pastikan kita adalah orangnya,” pungkasnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar